JAKARTA - Pemain anyar Antoine Semenyo membawa Manchester City mengalahkan Newcastle United 2-0 pada laga pertama semifinal Piala Liga Inggris atau Carabao Cup di Stadion St James’ Park, Newcastle, Rabu, 14 Januari 2026 dini hari WIB. Kemenangan itu membuka peluang Man City ke final kompetisi kasta ketiga Liga Inggris.
Bukan Erling Haaland tetapi Semenyo yang menjadi bintang kemenangan Man City. Dan tak salah bila pemain yang dilupakan Inggris sehingga memilih memperkuat tim nasional Ghana ini menolak tawaran Manchester United yang telah berubah menjadi tim medioker untuk bergabung dengan Man City.
Ya, Semenyo memilih menyeberang ke Cityzens yang terus melejit. Saat Man Utd mengalami keterpurukan dan bahkan memecat manajer Ruben Amorim, sebaliknya Man City sudah berpikir bagaimana memenangkan Carabao Cup. Mereka juga masih bertahan di Piala FA, Liga Champions dan bersaing dengan Arsenal di Premier League Inggris.
Sementara, Man Utd sudah harus melupakan Piala FA dan sudah lebih dulu tersingkir di Carabao Cup serta tidak diikutkan dalam persaingan di Premier League karena memang tak punya kapasitas dan kemampuan menghadapi Arsenal dan Man City. Bahkan Red Devils masih sulit menang bila bertemu Liverpool, Chelsea ataupun Tottenham Hotspur.
Tak salah bila Semenyo menerima tawaran bermain di Man City meski dihantui hukuman atas pelanggaran financial fair play yang tak kunjung ada keputusannya. Dan tak sia-sia pula Man City mengeluarkan duit 64 juta pounds saat memboyong Semenyo dari Bournemouth karena dia kembali menunjukkan ketajamannya.
Dalam debut saat melawan Exeter di Piala FA, Semenyo yang langsung menjadi starter sudah bisa menyumbang gol. Begitu pula saat manajer Pep Guardiola kembali memberi kesempatan menjadi pilihan pertama di laga pertama semifinal Carabao Cup, pemain sayap berusia 26 ini mampu membuka kemenangan untuk Man City.
Semenyo sesungguhnya sudah bermain di kompetisi itu saat masih berseragam Bournemouth. Namun FA mengubah aturan terkait status pemain bila pernah bermain di Piala Liga Inggris di klub lama sehingga bisa membela Man City.
Keberhasilan meraih kemenangan di kandang lawan membuka peluang Man City melangkah ke final. Pasalnya mereka hanya butuh imbang pada laga kedua yang digelar di kandang sendiri di Etihad, 5 Februari 2026.
Sebaliknya, Newcastle yang merupakan juara bertahan harus bekerja keras untuk menyingkirkan Man City. Tim asuhan Eddie Howe harus menang dengan skor minimal 2-0 untuk membuka peluang mempertahankan gelar juara.
Di laga tim Premier League itu, baik Man City maupun Newcastle sama-sama tak bisa menurunkan tim terbaik karena menghadapi problem cedera pemain. Hanya saja kedua tim memiliki kedalaman skuad sehingga tetap bisa tampil dengan deretan pemain terbaik.
Howe mengubah komposisi tim dengan tidak memainkan tujuh pemain saat menyingkirkan Bournemouth di Piala FA. Begitu pula Guardiola yang tidak menurunkan lima pemain saat membantai Exeter 10-1 di ajang tersebut.
Pertandingan itu sendiri berjalan sengit dan imbang karena kedua tim sama-sama melakukan tekanan. Newcastle yang bermain di kandang sendiri berusaha keras memanfaatkan keuntungan itu.
Pertandingan baru berjalan lima menit, pemain sayap Anthony Gordon yang menerima bola dari Jacob Murphy membuka peluang bagi Yoane Wissa. Hanya saja, peluang itu tak bisa dimanfaatkan Wissa karena tendangannya masih melambung di atas mistar gawang James Trafford yang menggantikan Gianluigi Donnarumma.
Man City langsung membalas dengan membangun serangan melalui Jeremy Doku dan Semenyo. Namun usaha mereka tak membuahkan hasil. Begitu pula umpan silang Bernardo Silva yang sudah ditunggu Haaland di depan gawang bisa digagalkan kiper Nick Pope.
Newcastle kembali mendapat peluang di menit 15. Kali ini umpan menyilang Gordon disambut Joelinton. Sayangnya sundulan pemain Brasil ini masih melebar. Meski terjadi saling serang, namun tidak ada gol yang tercipta di sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Newcastle tetap melakukan tekanan. Pertandingan baru berjalan lima menit, Wissa sudah mengancam gawang Man City. Hanya saja sundulannya membentur tiang gawang.
Sebaliknya, Man City yang sempat mendapat tekanan justru berhasil memanfaatkan celah untuk membobol gawang The Magpies. Di menit 53, Semenyo akhirnya memecah kebuntuan lewat tembakan dari jarak dekat. Gol itu berawal dari Silva yang menerima umpan silang Doku. Dirinya kemudian memberikan assist kepada Semenyo yang berhasil mengonversinya.
Unggul 1-0 menjadikan Man City kian agresif menekan pertahanan tuan rumah. Newcastle memang sempat bangkit untuk mengejar ketinggalan. Namun Man City yang justru berhasil menambah gol meski kemudian dibatalkan di menit 63.
Semenyo sesungguhnya mencetak gol kedua saat menyambut sepak pojok Tijjani Reijnders. Sepakan Semenyo berhasil menaklukkan Pope. Namun setelah ditinjau lewat VAR, gol dianulir karena Haaland dalam posisi offside dalam proses itu.
Pertandingan tetap sengit dan ketat karena terjadi serangan secara bergantian. Gelandang The Toon Army Sandro Tonali berpeluang menyamakan skor di menit 71. Namun sepakannya masih melebar.
BACA JUGA:
Selanjutnya Rayan Cherki yang masuk menggantikan Doku mendapat dua peluang bagus. Sayangnya peluang dia bisa ditepis kiper Pope. Meski demikian Cherki tak melakukan kesalahan saat mendapat peluang bagus di injury time.
Lewat kerjasama satu dua yang apik dengan Rayan Ait-Nouri, dirinya kemudian melepaskan tendangan terakhir yang menaklukkan Pope. Gol di menit 90+8 itu mengubah skor menjadi 2-0 untuk Man City. Tak lama kemudian pertandingan usai.