JAKARTA - Sebuah grup suporter Manchester United menyebut klub sebagai bahan tertawaan sambil mengumumkan rencana baru untuk memprotes manajemen.
Grup 1958 sebelumnya telah mengorganisasi demonstrasi menentang pihak yang bertanggung jawab di Old Trafford, khususnya pemilik mayoritas, keluarga Glazer.
Mereka menuduh petinggi Manchester United--termasuk pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe--telah mengubah klub menjadi sirkus.
Situasi tersebut membuat grup suporter itu mengatakan bermaksud untuk melakukan protes menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Fulham pada 1 Februari 2026.
BACA JUGA:
Kemarahan yang ditujukan kepada miliarder Inggris, Ratcliffe, telah meningkat sejak pria berusia 73 tahun itu mengambil alih kendali pada Februari 2024.
Sebuah spanduk anti-Ratcliffe dipajang oleh pendukung Manchester United di tribun tandang di Turf Moor selama pertandingan imbang 2-2 dengan Burnley pada Kamis, 8 Januari 2026, dini hari WIB--pertandingan pertama sejak pemecatan Manajer Ruben Amorim.
"Setelah terombang-ambing dari satu bencana ke bencana lainnya, Ratcliffe tampak seperti badut yang tidak kompeten yang mengubah klub menjadi sirkus."
"Alih-alih menjadi yang terbaik di kelasnya, kami (klub) menjadi bahan tertawaan. Beberapa hari terakhir di Manchester United sungguh luar biasa dan sangat mengkhawatirkan."
"Di lapangan, kami menyaksikan penampilan biasa-biasa saja dari tim rata-rata yang tanpa identitas, arah, atau ambisi. Di luar lapangan, kekacauan bahkan lebih buruk," kata kelompok 1958 dalam sebuah pernyataan.
Manchester United terus mencari manajer sementara untuk menggantikan Amorim, dengan mantan pemain Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ruud van Nistelrooy semuanya dipertimbangkan.
Manajer sementara saat ini, Darren Fletcher, yang pernah memimpin Burnley, akan kembali memimpin tim ketika Brighton mengunjungi Old Trafford pada Minggu, 11 Januari 2026, di Putaran Ketiga Piala FA.