Bagikan:

JAKARTA - Kekokohan pertahanan Sassuolo runtuh setelah tandem bek Jay Idzes melakukan gol bunuh diri yang menjadikan Juventus meraih kemenangan 3-0 di pertandingan Serie A Italia di Stadion Mapei-Citta del Tricolore, Rabu, 7 Januari 2026 dini hari WIB.

Idzes dan kiper Arijanet Muric harus bekerja keras menahan gelombang serangan Juve. Permainan ofensif Bianconeri sesungguhnya masih bisa diredam barisan belakang Sassuolo.

Bagaimana tidak, di menit-menit awal pertandingan, bintang muda tim nasional Turki Kenan Yildiz sudah mengancam gawang Sassuolo.

Yildiz berhasil merebut bola dari Sebastian Walukiewicz dan kemudian melepaskan tendangan yang memaksa Muric melakukan penyelamatan gemilang.

Begitu pula Andrea Cambiaso yang mencoba memanfaatkan bola rebound karena Muric memang hanya bisa menahan bola tersebut juga gagal.

Selanjutnya, Khephren Thuram mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan Muric. Lagi-lagi Thuram gagal mengonversi peluang yang diperolehnya.

Hanya saja pertahanan Muric akhirnya jebol juga akibat kesalahan rekan sendiri. Bek tengah Tarik Muharemovic yang menjadi tandem Idzes di jantung pertahanan Sassuolo sesungguhnya hendak menahan bola silang Pierre Kalulu. Namun usahanya justru membuat bola meluncur ke gawang sendiri.

Gol yang tercipta di menit 16 itu menjadikan Juve unggul 1-0. Setelah kebobolan, Sassuolo tetap berusaha menahan serangan tim asuhan Luciano Spalletti.

Paling tidak Muric kembali menggagalkan peluang dari Weston Mckenzie dan Yildiz yang sesungguhnya bisa memperbesar keunggulan Juve.

Di sisi lain, usaha Sassuolo menyamakan skor tak kunjung berhasil. Upaya pelatih Fabio Grosso agar tim keluar dari tekanan selalu gagal. Keunggulan Juve pun tak berubah hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Juve tak menurunkan tempo permainan. Keunggulan ball possession menjadikan La Vecchia Signora mampu menguasai permainan. Hanya saja Juve masih kesulitan menghadapi pertahanan Sassuolo yang digalang Idzes. Serangan mereka selalu bisa digagalkan.

Setelah berkali-kali gagal, Juve akhirnya memecah kebuntuan melalui Fabio Miretti di menit 62. Berawal dari umpan panjang kiper Michele Di Gregorio yang diterima Jonathan David. Dirinya kemudian memberikan bola kepada Miretti yang sempat melewati dua bek Sassuolo sebelum melepaskan tendangan yang menaklukkan Muric.

Gol itu mematikan daya Sassuolo. Mental pemain langsung ambruk karena sudah merasa tak punya kesempatan menyamakan skor. Terbukti, hanya satu menit berselang, Idzes yang kemudian melakukan kesalahan. Kapten timnas Indonesia yang hendak melakukan back-pass tetapi bola berhasil diserobot David.

David sempat mengecoh Muric dan kemudian menaklukkan Walukiewicz yang mencoba menghadang bola untuk membobol gawang Sassuolo. Gol David langsung disambut gembira pemain yang berada di bench.

Sikap pemain dan staf yang merayakan gol David sekaligus menepis rumor bahwa David tak bisa menyatu dengan pemain dan beradaptasi di Juve. Terutama setelah pemain timnas Kanada ini tak kunjung mencetak gol. Dan, gol ke gawang Sassuolo merupakan yang pertama dari 16 pertandingan di kompetisi domestik.

Skor 3-0 untuk Juve bertahan hingga laga usai. Kemenangan itu mempertahankan posisi Juve di empat besar atau zona Liga Champions. Dengan mengantungi poin 36, Juve masih tertinggal tiga poin dengan Inter Milan yang menduduki puncak klasemen.

Sementara, Sassuolo gagal memperbaiki peringkat setelah kehilangan poin di kandang sendiri. Mereka tertahan di papan tengah dengan menduduki posisi 11. Idzes dkk mengoleksi poin 23 atau sama dengan Torino tetapi mereka kalah selisih gol.