JAKARTA – Lewis Hamilton diperkirakan akan memutuskan untuk pensiun jika Ferrari tidak mampu bersaing di puncak klasemen dalam perburuan gelar juara dunia F1 musim kompetisi 2026.
Mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, mengatakan bahwa ikon balap berkebangsaan Inggris tersebut akan kembali mendapat motivasi jika Ferrari bisa bersaing dalam kejuaraan.
"Namun jika keadaan terus seperti ini, musim depan pasti akan menjadi musim terakhirnya di Formula 1," ujar dia dilansir dari TalkSport.
Hamilton mengalami tahun pertama yang buruk setelah pindah ke Ferrari. Dia hanya mampu finis di posisi keenam klasemen F1 dengan 152 poin.
Pebalap berusia 40 tahun itu tertinggal 74 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc, di tempat kelima, dan gagal finis di podium sama sekali dalam satu musim penuh untuk pertama kalinya.
Tidak bisa kompetitif membuat juara tujuh kali itu sering berbicara secara terbuka kepada media terkait debutnya yang begitu mengecewakan bersama Ferrari.
BACA JUGA:
Hamilton tampak putus asa di banyak kesempatan sepanjang musim, karena ia tidak mampu bersaing untuk memenangkan balapan.
"Situasinya sangat sulit baginya, seperti yang terlihat jelas di setiap wawancara. Jadi, ini akan menjadi musim yang menentukan baginya," ujar Steiner.
Hamilton sendiri menolak menanggapi pembicaraan tentang kemungkinan pensiun ketika ditanya tentang masa depannya di F1 oleh media.
Pada musim panas lalu, Hamilton juga berjanji untuk tetap berada di Ferrari hingga akhir kontraknya setelah muncul rumor tentang kepergiannya lebih awal.
Masa depan Hamilton di F1 dipastikan akan tetap menjadi topik pembicaraan selama musim 2026, terutama jika Ferrari terus kesulitan di bawah regulasi baru.