Bagikan:

JAKARTA - Nikola Jokic dipastikan hanya absen selama empat minggu akibat cedera lutut yang didapat ketika timnya Denver Nuggets bentrok dengan Miami Heat pada awal pekan ini.

Waktu tersebut membuat Nuggets bisa menghela napas lega. Pasalnya, pemain asal Serbia itu memainkan peran yang begitu vital di tengah badai cedera yang dialami tim.

ESPN melaporkan bahwa pemain yang berposisi sebagai center tersebut didiagnosis mengalami hiperekstensi lutut kiri. Kondisi cederanya akan dievaluasi kembali dalam empat minggu.

Meski kemungkinan besar absen sebentar saja, ketiadaan Jokic jelas menjadi pukulan telak buat Nuggets yang sedang kekurangan pemain.

"Jelas, itu (cedera) bagian dari permainan, tetapi kami tidak pernah ingin hal itu terjadi. Pemain pengganti harus siap. Kami harus fokus kepada apa yang ada di dalam diri kami," kata guard Nuggets, Jamal Murray, dilansir dari ESPN.

Jika Jokic absen selama sebulan, itu berarti ia tidak bisa membela Nuggets kurang lebih dalam 16 pertandingan. Namun, ia bisa bermain lagi sebelum pertandingan All-Star NBA pada Februari 2026.

Jokic, yang oleh banyak orang dianggap sebagai pemain terbaik di dunia saat ini, mengalami cedera sekitar tiga detik sebelum berakhirnya babak pertama dalam kekalahan Denver melawan Miami pada Senin, 29 Desember 2025, malam waktu setempat.

Pada Selasa, 30 Desember 2025, Jokic menduduki peringkat kelima dalam perolehan poin di NBA musim ini dengan rata-rata 29,6 poin per pertandingan, ditambah memimpin liga dengan rata-rata 12,2 rebound dan 11,0 assist per pertandingan.

Satu-satunya pemain lain dalam sejarah NBA yang rata-rata mencetak setidaknya rata-rata 12 rebound dan 11 assist per pertandingan selama satu musim penuh ialah Oscar Robertson untuk Cincinnati Royals pada musim 1961-1962.