Bagikan:

JAKARTA - Gol pembuka Brahim Diaz dan tendangan salto Ayoub El Kaabi yang menakjubkan membawa tuan rumah Piala Afrika (Africa Cup of Nations/Afcon) 2025, Maroko, mengalahkan Komoro 2-0 dalam pertandingan pembuka turnamen pada Senin, 22 Desember 2025, dini hari WIB.

Tim favorit turnamen ini memenuhi ekspektasi meskipun tidak menikmati kemenangan mudah seperti yang diantisipasi sebagian orang.

Penalti Soufiane Rahimi di babak pertama berhasil ditepis sebelum Diaz--yang menjadi pencetak gol terbanyak selama kampanye Kualifikasi Piala Afrika 2025--menyelesaikan peluang dari jarak dekat pada menit ke-55 memanfaatkan umpan silang dari Noussair Mazraoui untuk membantu Singa Atlas akhirnya menaklukkan tim kecil yang gigih tersebut.

Pemain pengganti El Kaabi menambahkan gol kedua 20 menit berselang dengan tendangan salto melewati kiper Komoro yang tampil gemilang, Yannick Pandor, untuk memastikan kemenangan.

Sepanjang pertandingan, Maroko mendominasi. Mereka mencatat 66 persen penguasaan bola dan sebagian besar membatasi peluang lawan melalui serangan balik.

Namun, rasa frustrasi mulai muncul di pihak tuan rumah sebelum Diaz meredakan ketegangan dengan gol pembuka di awal babak kedua.

Suasana dipenuhi harapan menjelang kickoff, dengan para suporter yang memadati Stadion Pangeran Moulay Abdallah berkapasitas 68.700 memberikan sambutan meriah kepada Pangeran Moulay Hassan—pewaris takhta—yang menyapa para pemain sebelum sepak mula didampingi kapten Achraf Hakimi, yang menerima penghargaan Pemain Sepak Bola Afrika Terbaik CAF yang diraihnya bulan lalu.

Hakimi tidak dimasukkan dalam susunan pemain inti oleh pelatih kepala Walid Regragui karena masih dalam masa pemulihan cedera pergelangan kaki yang dialaminya dalam pertandingan Paris Saint-Germain melawan Bayern Munchen di Liga Champions pada 4 November 2025. Noussair Mazraoui bermain sebagai bek kanan menggantikannya.

Pemain Manchester United itu sempat tak diizinkan klub untuk gabung di kamp pelatihan Maroko sehingga akhirnya FIFA harus turun tangan.

Dia berperan penting sepanjang pertandingan karena Maroko berusaha memfokuskan serangan mereka di area sayap untuk meregangkan pertahanan dan merepotkan lawan mereka yang bermain rapat.

Kegugupan tim tamu terlihat sejak awal ketika Pandor menendang bola keluar lapangan dari tendangan gawang pada menit ketiga. Namun, ia menebus kesalahannya beberapa menit kemudian ketika Diaz dijatuhkan di kotak penalti oleh tekel ceroboh Iyad Mohamed.

Wasit memberikan penalti setelah berkonsultasi dengan VAR. Pandor pun menyelamatkan gawangnya dengan lututnya dari tendangan penalti Rahimi, yang disambut gembira oleh para suporter Komoro yang vokal di belakang gawang.

Meskipun demikian, Maroko mendominasi jalannya pertandingan, berusaha menciptakan sudut serangan dengan umpan-umpan tajam, pergerakan cepat, dan dribel yang tajam di sekitar kotak penalti Komoro.

Tim tamu bertahan dengan kokoh di tepi kotak penalti mereka, tetapi kurang tenang saat menguasai bola. Penyerang Rafiki Said sampai harus mengejar bola-bola tinggi sebagai satu-satunya jalan keluar mereka.

Maroko juga mengalami kemunduran awal lainnya ketika bek tengah veteran Romain Saiss ditarik keluar karena cedera pada menit ke-13, setelah sebelumnya terjatuh sambil memegangi otot paha belakangnya.

"Dia merasakan sesuatu di belakang lututnya, tetapi kami tidak tahu apakah itu cedera otot atau sesuatu yang lain. Kami berharap itu tidak terlalu serius dan kami bisa memainkannya kembali nanti," kata Regragui setelah pertandingan dilansir ESPN.

Frustrasi Maroko mulai meningkat sebelum gol pembuka Diaz. Rahimi secara tidak perlu berduel dengan para bek lawan. Lalu, Regragui terlihat semakin tegang di pinggir lapangan dan para suporter mulai menggunakan laser pada para pemain tim tamu dan wasit Jean-Jacques Ngambo Ndala.

Wasit kembali berkonsultasi dengan VAR di akhir babak pertama ketika Diaz tampaknya dijatuhkan di dalam kotak penalti, tapi pemain Real Madrid itu dinilai telah menggunakan lengannya beberapa saat sebelum pelanggaran terjadi.

Hal itu tidak berpengaruh ketika ia mencetak gol pembuka pada menit ke-55. Dia memulai pergerakan yang berujung pada umpan lambung Sofyan Amrabat kepada Mazraoui.

Pemain Manchester United itu kemudian memberikan umpan silang rendah kepada Diaz yang tidak terkawal di dalam kotak penalti.

Tim Komoro hampir langsung membalas. Rafiki Said menerobos pertahanan lawan, mengecoh pengganti Saiss, Jawad El Yamiq, tapi bola berhasil dihalau oleh Bounou yang maju ke depan.

Pandor juga melakukan penyelamatan ganda yang bagus tepat setelah menit ke-60, menggagalkan peluang Ismael Saibari dari Maroko.

El Kaabi, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-65 menggantikan Ramini. Dia memastikan kemenangan 11 menit kemudian, menunjukkan kreativitas yang membuatnya menjadi pilihan menarik bagi Regragui.

Dia melompat untuk menyambut umpan terobosan lambung Salah-Eddine dengan tendangan salto yang menjamin kemenangan awal bagi tim favorit juara.

Dua tim Grup A lainnya--Mali dan Zambia--memulai kampanye mereka di Casablanca pada Senin 22 Desember 2025, malam WIB.

Maroko lalu akan menghadapi Mali di Rabat pada Boxing Day dalam upaya mereka untuk melaju ke babak gugur. Komoro akan berusaha mendapatkan poin pertama mereka melawan Zambia di Casablanca pada tanggal 26 Desember 2025.

Masa depan turnamen dua tahunan ini mengalami perubahan pada Sabtu, 21 Desember 2025 dengan pengumuman bahwa turnamen akan beralih ke siklus empat tahun untuk menyelaraskannya dengan kalender FIFA.

"Afcon (Piala Afrika) setiap empat tahun akan menjadi acara yang tidak ingin dilewatkan siapa pun. Yang saya inginkan ialah melihat sepak bola Afrika berkembang," kata Regragui.