Bagikan:

YOGYAKARTA - Prestasi Timnas Panjat Tebing Indonesia di SEA Games Thailand 2025 semakin membuat olahraga ini menarik perhatian publik. Panjat tebing kerap menampilkan aksi atlet yang terlihat seperti Spider-Man saat memanjat dinding vertikal dengan kecepatan tinggi. Keunikan ini membuat banyak orang penasaran tentang apa itu panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga. Dilansir dari SI, berikut akan diulas apa itu panjang tebing dan tiga disiplin utamanya, yaitu speed, lead, dan boulder.

Apa Itu Olahraga Panjat Tebing?

Olahraga panjat tebing berasal dari Uni Soviet pada sekitar tahun 1940-an. Popularitasnya meningkat pesat pada tahun 1980-an hingga akhirnya masuk Olimpiade Tokyo 2021.

Panjang tebing merujuk pada tinggi lintasan panjat yang harus ditaklukkan atlet sesuai disiplin yang dipertandingkan. Olahraga ini menguji kekuatan otot, ketahanan, teknik, dan mental.

Dalam kompetisi resmi, panjat tebing dilakukan di dinding buatan dengan standar internasional. Setiap lintasan memiliki panjang tebing, tingkat kesulitan, dan sistem penilaian yang berbeda. Perbedaan inilah yang membedakan tiap disiplin dalam panjat tebing olahraga.

Panjat tebing olahraga memiliki tiga disiplin yang berbeda yakni speed, bouldering, dan lead. Berikut penjelasannya.

Speed dalam Panjat Tebing

Speed climbing adalah disiplin panjat tebing yang mengutamakan kecepatan. Atlet berlomba satu lawan satu memanjat dinding setinggi 15 meter dengan sudut kemiringan 95 derajat, dalam waktu secepat mungkin.

Tidak seperti Boulder atau Lead, Speed memprioritaskan kecepatan daripada keterampilan teknis. Panjang tebing dan jalur yang digunakan juga identik untuk semua atlet.

Pendakian selesai ketika seorang atlet menyentuh touchpad, yang menghentikan jam, di bagian atas setiap jalur. Penilaiannya sederhana. Waktu tercepat menang. Dalam babak kualifikasi, 14 atlet mendapat dua kesempatan untuk memanjat dinding dan diurutkan berdasarkan waktu tercepat dari dua waktu mereka.

Boulder dalam Panjat Tebing

Boulder adalah disiplin panjat tebing dengan panjang tebing yang lebih pendek, biasanya sekitar empat meter. Atlet memanjat tanpa tali pengaman dan hanya dilindungi matras di bawahnya. Fokus utama boulder adalah teknik, kekuatan, dan pemecahan masalah.

Setiap lintasan boulder disebut sebagai masalah boulder yang harus diselesaikan atlet. Jalur ini baru diperlihatkan saat kompetisi dimulai sehingga atlet harus berpikir cepat. Kecepatan bukan prioritas utama, melainkan efisiensi gerakan.

Atlet memiliki waktu empat menit untuk mencapai puncak boulder. Seorang pendaki dianggap telah mencapai puncak boulder setelah mereka menempatkan kedua tangan pada pegangan teratas dan mempertahankan kendali cukup lama agar seorang petugas menganggapnya berhasil.

Pendaki dapat mencapai skor maksimum 100 poin. 25 poin diberikan untuk setiap boulder yang berhasil dicapai puncaknya. 10 poin diberikan jika pendaki mencapai pos pemeriksaan kedua dan lima poin jika pos pemeriksaan pertama tercapai. Jika pendaki gagal mencapai zona atau puncak boulder, maka dikurangi 0,1 poin.

Lead dalam Panjat Tebing

Lead mirip dengan Boulder tetapi panjang tebingnya mencapai 15 meter atau lebih. Berbeda dengan Boulder Atlet menggunakan tali pengaman yang mereka kaitkan ke sesuatu yang disebut quickdraw, sebuah peralatan yang memungkinkan tali bergerak bebas saat memimpin pendakian.

Berbeda juga dengan Boulder, Lead memungkinkan pendaki untuk melakukan observasi di mana mereka dapat mengamati jalur pendakian, sedangkan Boulder (di babak semifinal) tidak mengizinkan atlet untuk melihat rute sebelum kompetisi.

Dalam Lead, setiap pendaki memiliki waktu enam menit untuk mengamati rute unik sebelum kompetisi dimulai. Setiap atlet menggunakan tali dan quickdraw untuk maju. Jika pendaki tidak mengaitkan talinya ke quickdraw, gerakan maju dibatalkan.

Terdapat setidaknya 40 pegangan di setiap dinding, tetapi hanya 40 pegangan tertinggi yang memiliki nilai poin. Jika pegangan teratas tercapai, pendaki mencapai skor maksimum 100 poin.

Empat poin diberikan ketika mencapai pegangan individu mana pun dari 10 pegangan tertinggi (40-31), tiga poin untuk salah satu dari 10 pegangan tertinggi berikutnya (30-21), dua poin untuk salah satu pegangan tertinggi ketiga (20-11) dan satu poin untuk salah satu pegangan terendah (10-1). Jika seorang pendaki bergerak menuju pegangan berikutnya tetapi tidak menyelesaikannya, mereka diberi 0,1 poin.

Selain pembahasan soal panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+