Bagikan:

JAKARTA - Manajer Enzo Maresca mengatakan Chelsea kehilangan kendali dalam pertandingan Liga Champions melawan Atalanta di Bergamo sebelum akhirnya kalah 1-2.

The Blues unggul di babak pertama melalui gol Joao Pedro di dekat tiang gawang, tetapi terkejut setelah jeda karena tim Serie A itu membalas.

Pertama, mantan striker West Ham, Gianluca Scamacca, dibiarkan tanpa pengawasan untuk mencetak gol penyeimbang ketika laga babak kedua baru berjalan 10 menit.

Kemudian, gol indah pada menit-menit akhir dari Charles De Ketelaere, yang melepaskan tembakan keras melewati Robert Sanchez, memastikan kemenangan tuan rumah.

"Setelah kebobolan, kami kehilangan kendali. Di babak kedua, kami memiliki dua peluang bagus untuk mencetak gol kedua. Ketika kami kebobolan dan skor menjadi 1-1, kami kehilangan konsentrasi. Kami bisa menghindari kedua gol lawan. Itu gol-gol mudah," kata Maresca.

Chelsea tampak berada di puncak performa saat jeda dan sedang menuju kemenangan yang akan menempatkan mereka di ambang tiket otomatis ke babak 16 besar.

Trevh Chalobah tampil impresif tapi menerima kartu kuning sehingga harus diganti, begitu juga Enzo Fernandez yang kemudian ditarik keluar. Hal itu tampaknya mengganggu ritme tim dan memungkinkan Atalanta untuk kembali ke jalur kemenangan.

"Kedua pergantian pemain itu karena Trev dan Enzo, mereka bermain setiap menit di setiap pertandingan. Mereka berdua tidak 100 persen. Trev mendapat kartu kuning. Inilah alasan kami mengganti mereka," ujar pelatih asal Italia itu.

Chelsea tampaknya kini membutuhkan kemenangan di dua pertandingan tersisa. Mereka akan menghadapi klub Siprus, Pafos, di Stamford Bridge pada Januari 2026 sebelum mengakhiri fase grup dengan perjalanan sulit melawan juara Serie A asuhan Antonio Conte, Napoli.

Jika gagal meraih poin maksimal, hampir pasti akan ada pertandingan playoff yang harus dijalani pada Februari 2026, yang akan semakin memperumit jadwal yang sudah padat.

"Kami sadar (betapa padatnya jadwal mereka dengan babak playoff). Tentu saja. Sekarang pertandingan sudah selesai. Fokusnya ialah pada pertandingan pada Sabtu, 13 Desember 2025(melawan Everton). Kami perlu memenangi pertandingan."

"Mungkin kami butuh dua kemenangan. Enam belas poin mungkin akan membawa Anda ke delapan besar, saya tidak yakin. Pertandingan berikutnya, tentu saja, jika kami ingin finis di delapan besar, kami harus memenangi keduanya," tutur Maresca.

Pertandingan menjadi terbuka setelah gol Pedro dan Atalanta memanfaatkannya tepat sebelum satu jam pertandingan. De Ketelaere yang impresif menerima bola di ruang terbuka di sisi kanan.

Saat bola datang, tak satu pun pemain Chelsea yang menjaga Scamacca, yang melompat tanpa kawalan di kotak penalti untuk menyundul bola dan melewati Sanchez.

Hasil imbang mungkin adil, tetapi dengan tujuh menit tersisa, De Ketelaere menerobos Marc Cucurella dan mencetak gol kemenangan melewati Sanchez.

"Yang pasti kami kebobolan dua gol yang menurut saya bisa kami hindari. Ketika Anda kebobolan, gol pertama ialah momen di mana Anda tidak boleh kehilangan kendali permainan, tetapi saya merasa kami kehilangan kendali permainan setelah kami kebobolan," kata Maresca.