Bagikan:

JAKARTA - Cristiano Ronaldo berisiko serius terkena larangan bermain setidaknya untuk pertandingan pertama Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah untuk pertama kalinya dalam karier internasionalnya yang memecahkan rekor saat Portugal kalah 0-2 dari Republik Irlandia.

Ronaldo menerima kartu merah karena perilaku kekerasannya pada menit ke-61 setelah menyikut bek Irlandia, Dara O'Shea, agar menjauh dari bola.

Setelah kartu kuning pertama, wasit didesak untuk meninjau insiden tersebut di monitor pinggir lapangan oleh asisten wasit video (VAR) dan meningkatkan keputusan menjadi kartu merah.

Ini menandai kartu merah pertama Ronaldo untuk Portugal dalam penampilannya yang ke-226, sebuah rekor dalam sepak bola internasional.

Sementara di level klub, dia telah dikeluarkan dari lapangan sebanyak 13 kali.

Penyerang Al Nassr tersebut akan menjalani larangan bermain wajib satu pertandingan yang dijatuhkan untuk setiap kartu merah ketika Portugal menjamu Armenia pada Senin, 17 November 2025, dini hari WIB.

Dengan keyakinan bahwa kemenangan akan mengamankan tempat mereka di Piala Dunia 2026, maka Ronaldo berpotensi absen pada laga pertama fase grup turnamen tersebut sebagai bagian dua kali larangan bermain.

Peraturan disiplin FIFA mewajibkan para hakimnya untuk menjatuhkan larangan setidaknya dua pertandingan untuk pelanggaran serius.

Larangan tersebut setidaknya tiga pertandingan untuk perilaku kekerasan atau setidaknya tiga pertandingan atau periode waktu yang sesuai untuk pelanggaran yang masuk kategori penyerangan, termasuk menyikut.

Larangan FIFA akan berlaku untuk pertandingan kompetitif dan tidak dapat dijatuhkan dalam pertandingan ekshibisi praturnamen atau persahabatan.

Sementara itu, pelatih Portugal, Roberto Martinez, membela Ronaldo setelah pertandingan.

"Kartu merah itu hanya untuk seorang kapten yang belum pernah diusir keluar lapangan dalam 226 pertandingan."

"Saya pikir itu pantas dipuji. Hari ini, saya pikir itu agak kasar karena dia peduli dengan tim."

"Dia berada di kotak penalti selama 60 menit atau 58 menit, direbut, ditarik, didorong, dan jelas dia mencoba melepaskan diri dari bek."

"Saya pikir aksinya terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya. Saya rasa itu bukan sikutan, saya pikir itu seluruh tubuh, tetapi dari tempat kamera berada, itu terlihat seperti sikutan. Namun, kami menerimanya," tutur Martinez.

Lebih lanjut, Martinez mencoba mengaitkan kartu merah Ronaldo dengan komentar pelatih Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, yang menyebut sang penyerang bintang tersebut bisa memengaruhi wasit.

"Satu-satunya hal yang meninggalkan rasa pahit di mulut saya ialah pada konferensi pers sebelum pertandingan."

"Pelatih Anda (Irlandia) berbicara tentang aspek wasit yang dipengaruhi. Kemudian seorang bek tengah yang besar jatuh ke lapangan secara dramatis saat Cristiano berbalik," kata Martinez.

Komentar Hallgrimsson itu juga diduga sebagai pemicu Ronaldo adu mulut dangan pelatih Irlandia itu saat insiden kartu merah tersebut.

Padahal, sebelum laga, kapten Portugal itu berjanji untuk menjadi anak baik untuk mengantisipasi gelombang cemoohan di Stadion Aviva.

Dalam pertandingan sebelumnya antara kedua tim, Ronaldo merayakan gol kemenangan Ruben Neves pada menit-menit terakhir saat berhadapan dengan bek Irlandia, Jake O'Brien.

Para suporter Irlandia menuduh mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu memiliki pengaruh yang tidak semestinya terhadap wasit pertandingan pada kesempatan itu--yang kembali ditegaskan Hallgrimsson dalam konferensi pers prapertandingan.

Bahkan, Hallgrimsson memberi bumbu tambahan dengan telah mendesak wasit pertandingan Swedia, Glenn Nyberg, untuk tidak mengizinkan Ronaldo menjadi wasit pertandingan.

Ronaldo kemudian bertepuk tangan dan mengacungkan dua jempol dengan gestur sarkastis saat dicemooh serta diejek oleh para suporter Irlandia setelah dikeluarkan.

Ia berbicara kepada Hallgrimsson dengan tajam saat meninggalkan lapangan.

"Dia memuji saya karena menekan wasit. Tindakannya di lapanganlah yang membuatnya mendapat kartu merah."

"Itu tidak ada hubungannya dengan saya, kecuali saya yang membuatnya marah. Tidak (bicara setelah pertandingan), saya rasa kami sudah cukup bicara ketika dia keluar."

"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Itu hanya sedikit kekonyolan darinya, menurut saya," ujar Hallgrimsson tentang adu mulut dengan Ronaldo.

Terlepas dari itu, Portugal memasuki pertandingan melawan Irlandia dengan mengetahui bahwa kemenangan akan mengamankan tempat mereka di Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah mengejutkan dengan dua gol Troy Parrott.

Portugal masih unggul dua poin atas Hungaria di Grup F, yang berarti kemenangan melawan Armenia pada laga terakhir grup akan cukup bagi Ronaldo dan kawan-kawan untuk mencapai Piala Dunia keenamnya.