JAKARTA – Persiapan yang jauh lebih singkat membuat Indonesia dipastikan tidak bisa mempertahankan status juara umum dalam ASEAN Para-Games 2025 pada awal tahun mendatang.
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, mengatakan bahwa pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan menghadapi ajang itu berlangsung terlambat karena harus menunggu anggaran.
"Target kami di Thailand tidak bisa seperti kemarin-kemarin. Hal itu (buat) kami sangat sedih. Kami juga mendapat anggaran untuk pelatnas terlambat, kurang waktu (persiapan)," kata dia.
Indonesia memasang target hanya mendapat 120 medali emas saat di Thailand nanti. Jumlah itu membuat Indonesia kemungkinan menempati posisi kedua di klasemen akhir.
BACA JUGA:
Sebanyak 306 atlet dari 18 cabang olahraga (cabor) sebelumnya telah menjalani pelatnas sejak awal bulan ini. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
"Olahraga tidak semudah membalikkan telapak tangan, olahraga butuh latihan yang betul. Kalau waktu dua bulan, kami merasa tidak mampu untuk menjadi juara umum di Thailand nanti," ujar Senny.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menegaskan pentingnya kerja bersama antara Kemenpora dan NPC Indonesia agar pembinaan olahraga disabilitas berjalan berkelanjutan.
"Tidak mungkin kami membangun olahraga tanpa keterbukaan dan sinkronisasi program. Karena itu, saya berharap mulai hari ini dan sampai 2029 Kemenpora serta NPC Indonesia bisa duduk bersama seperti apa rencana dan programnya," ucap Erick.
Erick lebih lanjut menilai bahwa target 120 medali emas sudah realistis karena Thailand sebagai tuan rumah sangat agresif untuk mengejar status sebagai juara umum di kandang sendiri.
"Thailand sebagai tuan rumah sangat agresif karena ingin juara pasti, kurang lebih mereka (menargetkan) 174 emas. Jadi, kalau dilihat dari petanya, posisi kedua itu yang hari ini kami bisa targetkan," ujarnya.
Pemusatan latihan nasional dibagi dalam dua wilayah. Jumlah terbesar 291 atlet dari 17 cabor menjalani pemusatan latihan di Solo dan daerah sekitarnya, sementara sisanya 15 atlet dari cabor tenpin bowling berlatih di Jakarta Utara.
ASEAN Para-Games XIII 2025 akan berlangsung pada 20 Januari hingga 26 Januari 2026. Penyelenggaraan ajang ini akan terpusat di Kota Nakhon Ratchasima, Thailand.
Indonesia sebelumnya selalu keluar sebagai juara umum dalam dua edisi ASEAN Para-Games terakhir, yakni di Surakarta 2022 (175 medali emas) dan Kamboja 2023 (159 medali emas).