JAKARTA — Menjelang laga panas Derby Mataram antara Persis Solo dan PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu, 8 November 2025, malam WIB, Presiden Brajamusti, Burhanudin Thole, menegaskan bahwa pihaknya akan mematuhi seluruh keputusan panitia pelaksana (panpel) dan kepolisian demi menjaga kekondusifan dua kota bertetangga itu.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis, 5 November 2025, bersama perwakilan DPP Brajamusti, Panpel Solo, kepolisian, dan seluruh elemen suporter Persis Solo, disepakati bahwa pertandingan hanya akan dihadiri oleh suporter Persis Solo.
"Panpel Solo menyatakan bahwa teman-teman suporter Yogyakarta tidak hadir dalam pertandingan besok karena izin hanya diberikan untuk suporter Persis," kata Burhanudin Thole di Jakarta, Jumat, 6 November 2025.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan kebijakan ini diambil karena Solo tengah berada dalam masa berduka atas wafatnya Sinuhun Pakubuwana XIII dan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Persis ke-102.
"Kami memahami kondisi ini. Semua ini untuk menjaga hubungan baik antara Solo dan Yogyakarta yang selama ini terjalin harmonis," ujarnya.
Burhanudin menambahkan panpel hanya membuka sedikit tiket online dengan kuota total 17.000 penonton. Tiket difokuskan bagi suporter Solo dan pemilik KTP non-DIY, serta akan ada pemeriksaan identitas di stadion.
"Kalau ada indikasi suporter Yogyakarta masuk, akan ditindak oleh kepolisian. Saya mengimbau agar keluarga besar Brajamusti tidak memaksakan diri untuk hadir," katanya.
Sementara itu, keluarga besar Brajamusti dan PSIM Yogyakarta juga menyampaikan dukacita atas wafatnya Sinuhun Pakubuwana XIII.
"Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya," ucap Burhanudin.
Dari sisi teknis pertandingan, PSIM bersiap penuh menghadapi kebangkitan Persis. Laskar Mataram bertekad mengukir hasil positif dalam lawatan penting ini untuk memperkuat posisi di klasemen.
Saat ini PSIM ada di peringkat keenam klasemen Super League 2025/2026.