YOGYAKARTA - Harapan Bonek, suporter Persebaya Surabaya, menyaksikan tim kesayangan berlaga di Bantul menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta di kompetisi Super League pupus sudah. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan dan kepolisian berpegang pada regulasi liga yang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion. Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin meminta maaf tak bisa memfasilitasi kehadiran Bonek.
Penyesalan dari Brajamusti dan The Maident karena gagal memenuhi permintaan Bonek menyaksikan pertandingan PSIM yang menjamu Persebaya di Stadion Sulta Agung, Bantul, Minggu, 25 Januari 2026. Apalagi, suporter Persebaya sudah menyempatkan diri bersilaturahmi ke Yogyakarta.
Tak hanya itu, mereka juga memfasilitasi pendukung PSIM saat datang ke Surabaya menyaksikan laga perdana Super League. Hubungan harmonis suporter kedua tim memungkinkan Brajamusti menyambangi Surabaya.
Saat itu laga Persebaya melawan PSIM yang berstatus juara Liga 2 menjadi pembuka liga. Menariknya, PSIM membuat kejutan dengan mengalahkan Persebaya 1-0.
“Kami menyambut gembira kedatangan suporter Persebaya yang bersilaturahmi. Kami juga memberi gambaran bila selama ini Brajamusti dan The Maident memiliki hubungan baik dengan Bonek. Pada laga perdana kompetisi, kami juga difasilitasi saat PSIM tandang lawan Persebaya. Sesungguhnya besar harapan kami bisa melakukan hal yang sama,” ucap Muslich yang akrab disapa Thole.
Menurut dia suporter tuan rumah sesungguhnya tak keberatan dengan kedatangan Bonek. Namun keinginan Bonek untuk datang ke Bantul tak bisa terwujud.
Menurut Muslich panpel dan kepolisian tak mengizinkan kedatangan suporter tim tamu di stadion. Ini berdasarkan regulasi kompetisi Super League yang sudah ditetapkan dan belum dicabut. Ini berarti laga PSIM melawan Persebaya berlangsung tanpa suporter tamu.
Selain itu, kuota penonton untuk pertandingan termasuk sangat minim. Pasalnya panitia pelaksana hanya menyediakan 9 ribu tiket yang jelas tak bisa memenuhi permintaan suporter dari tim tandang.
"Kami sangat terbuka terhadap kehadiran Bonek. Tetapi dengan adanya regulasi larangan suporter tamu, dengan berat hati kami belum bisa bersilaturahmi di stadion,” kata Thole menambahkan.
Brajamusti dan The Maident sesungguhnya telah berupaya maksimal melalui koordinasi intensif. Menurut Thole bahkan koordinasi dilakukan hingga tiga kali, yakni pada pertemuan Rabu, 21 Januari 2026.
Selanjutnya, koordinasi kembali dilakukan di Polda DIY, Kamis, 22 Januari 2026 dan rencana koordinasi lanjutan di Polresta Yogyakarta, Jumat, 23 Januari 2026. Sebelumnya, suporter Persebaya melakukan silaturahmi dengan pendukung PSIM di Wisma PSIM, Minggu, 18 Januari 2026 malam
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin demi silaturahmi dengan saudara-saudara dari Surabaya. Namun pada akhirnya kami harus menghargai keputusan panpel dan kepolisian. Kami juga berharap silaturahmi ini tetap terjaga selamanya,” kata dia menegaskan.
Sementara itu, perwakilan Bonek Jogja, Cak Anom, menyatakan pihaknya memahami dan menghormati kebijakan yang telah ditetapkan. Ia menegaskan larangan kehadiran suporter tim tamu merupakan keputusan resmi panitia pelaksana dan aparat keamanan. Ini berdasarkan keamanan dan kenyamanan bersama.
“Sebetulnya ada keinginan besar dari suporter PSIM untuk menyambut Bonek dengan penuh kehangatan sebagai bentuk persaudaraan. Namun regulasi PT LIB masih melarang kehadiran suporter tim tamu. Kami mengimbau kepada seluruh Suporter Persebaya agar tidak memaksakan diri datang ke stadion," ujar Cak Anom.
Hal senada disampaikan Sinyo Devara, perwakilan Bonek yang memahami situasi yang terjadi saat ini. Ia juga berharap agar saudara-saudara sesama suporter, Bonek dari seluruh wilayah menahan diri dan mengedepankan persaudaraan yang harapannya terjaga ke depan.
BACA JUGA:
"Kami tahu betul bagaimana usaha Brajamusti menyambut kami di kandang PSIM. Namun memang regulasi menghalangi pertemuan silaturahmi ini. Melihat situasi saat ini, harapan tertinggi dari dulur-dulur Persebaya, bisa ambil hikmah,” kata Sinyo.
“Kami berharap ada penurunan ego teman-teman Persebaya agar ke depan silaturahmi persaudaraan Jogja Surabaya bisa berjalan sebaik saat ini. Kami mengimbau Bonek dan segenap suporter Persebaya untuk menahan diri, mendoakan pertandingan berjalan lancar tanpa insiden,” ucapnya.