Bagikan:

JAKARTA - Penalti dua kali membawa Nottingham Forest meraih kemenangan pertama usai memecat manajer Ange Postecoglou. Penggantinya Sean Dyce melakukan debut memuaskan dengan mengalahkan Porto 2-0 di pertandingan fase penyisihan Liga Europa di Stadion The City Ground, Nottingham, Jumat, 24 Oktober 2025 dini hari WIB.

Dyce menjadi manajer ketiga Forest saat kompetisi baru berjalan beberapa pekan. Saat masih ditangani Postecoglou, Forest belum sekalipun memetik kemenangan selama delapan pertandingan sehingga akhirnya dia yang menggantikan Nuno Espirito Santo diberhentikan.

Kekalahan 3-0 di kandang sendiri saat menghadapi Chelsea di kompetisi Premier League Inggris menjadikan Postecoglou tak bertahan lama.

Dyce yang menggantikan eks manajer Tottenham Hotspur ini langsung menghadapi laga tak mudah. Pasalnya, Forest menghadapi tim elite Portugal, Porto, di kompetisi kasta kedua Eropa.

Namun kehadiran manajer baru ternyata mampu memberi angin segar bagi Forest. Tampil di kandang sendiri, mereka langsung memainkan sepak bola ofensif dengan tempo tinggi.

Forest menciptakan sejumlah peluang sampai akhirnya pemain sayap Callum Hudson-Odoi melepaskan tendangan yang masih bisa digagalkan kiper Diogo Costa.

Hanya saja bola kemudian mengenai lengan bek Jan Bednarek yang dinyatakan handball. Wasit pun menunjuk titik putih. Eksekusi penalti dituntaskan dengan baik oleh gelandang Morgan Gibbs-White.

Gol yang tercipta di menit 19 ini menjadikan Forest unggul 1-0. Hanya setelah gol itu, tuan rumah gagal memperbesar keunggulan. Sementara, Porto juga tak mampu mencetak gol sehingga skor itu bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Forest tetap bermain menekan. Namun mereka sempat kecolongan gol saat Bednarek menaklukkan kiper Matz Sels. Hanya saja gol itu dianulir karena dia dalam posisi offside.

Selanjutnya, Forest yang akhirnya memecah kebuntuan dengan mencetak gol kedua di menit 77. Gol juga tercipta dari titik penalti setelah Igor Jesus menuntaskan eksekusinya.

Skor berubah menjadi 2-0 utuk Forest dan bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Dyce merasa puas. Apalagi, dia sesungguhnya hanya punya waktu dua hari mempersiapkan tim.

“Pemain telah melalui banyak hal dan suporternya memberikan dukungan kepada mereka. Ini sungguh sangat berarti,” kata Dyce.

“Kami telah bersama pemain selama dua hari terakhir. Mereka ternyata mampu menerapkan apa yang menjadi keinginan saya dengan sangat cepat,” ujar dia.

“Ini awal yang bagus. Namun banyak hal lebih banyak lagi yang akan datang,” kata eks manajer Everton ini.

Kemenangan itu menjadikan Forest mengantungi poin empat dan menduduki peringkat 17. Ada empat tim lain yang memiliki poin sama, termasuk Bologna dan Celtic, namun Forest memiliki selisih gol terbaik.

Sedangkan posisi Porto tetap lebih baik. Meski rekor tak terkalahkan mereka di berbagai kompetisi terhenti, namun tim asuhan Francesco Farioli ini menduduki peringkat 15 dengan poin enam.