Bagikan:

JAKARTA - Manajer Italia, Gennaro Gattuso, mengatakan ia mungkin harus hidup di pengasingan jika Azzurri tidak lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Peraih trofi Piala Dunia 2006 itu mulai melatih Italia pada Juni 2025 dan telah membantu menghidupkan kembali peluang mereka untuk mencapai turnamen tahun depan yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Kemenangan 3-0 atas Israel pada Rabu, 15 Oktober 2025, dini hari WIB, merupakan kemenangan keempat Italia secara berturut-turut di bawah asuhan Gattuso dan memastikan tempat di babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Saya akan berbangga jika berhasil mencapai tujuan ini. Kalau tidak, saya akan pergi dan tinggal jauh dari Italia."

"Saya sudah agak jauh (dengan kediamannya di Marbella, Spanyol). Saya akan pergi lebih jauh lagi. Konsekuensinya, saya menyadarinya," kata Gattuso dilansir ESPN.

Italia tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen Grup I, Norwegia. Azzurri akan bermain melawan Moldova pada 13 November 2025 dan menjamu Norwegia tiga hari kemudian dalam dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 terakhir.

Gattuso, terlepas dari tekanan yang datang saat melatih tim peraih empat trofi Piala Dunia tersebut, mengatakan ia merasa terhormat berada di posisi panas.

"Saya sudah pernah mengatakannya sebelumnya, berada di sini adalah mimpi dan itu benar. Ada orang-orang yang lebih berpengalaman daripada saya, dengan lebih banyak pengalaman, dan itulah mengapa saya menerima panggilan ini dengan penuh tanggung jawab."

"Saya harus berterima kasih kepada federasi (FIGC), Presiden (Gabriele Gravina), dan (Kepala Delegasi Italia) Gianluigi Buffon."

"Saya tidak menyangka akan memimpin tim mencetak 16 gol, tetapi pujian untuk para pemain. Saya kurang bersyukur."

"Kami harus terus berada di jalur ini. Ya, kami bekerja sangat keras dan kurang tidur, tetapi kami juga melakukan ini karena ketika kemenangan datang, rasanya sangat menyenangkan," ujar Gattuso.