JAKARTA - Derbi Inggris Raya atau Battle of Britain seperti antiklimaks saat Inggris hanya butuh 20 menit pertama untuk menaklukkan Wales 3-0 di Stadion Wembley, London, Jumat, 10 Oktober 2025 dini hari WIB.
Inggris tak kesulitan meraih kemenangan kedelapan secara berturut-turut atas Wales. Meski tidak menurunkan skuad terbaik di laga uji coba itu, Inggris tetap masih terlalu kuat bagi tim tetangga.
Ya, di Battle of Britain, manajer Thomas Tuchel lebih banyak menurunkan pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan. Kapten Harry Kane yang cedera engkel tidak dipaksakan bermain di laga uji coba dan Ollie Watkins yang menjadi starter sebagai centre forward.
Selain itu sejumlah pemain pilar seperti Jude Bellingham, Phil Foden dan Jack Grealish tidak masuk skuad. Alasannya, Tuchel lebih memilih pemain yang membawa Inggris meraih kemenangan besar 5-0 atas Serbia di laga sebelumnya di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski tampil dengan tim yang berbeda, namun Inggris tetap mampu membobol gawang Wales hingga tiga kali. Derbi ini pun seperti antiklimaks karena Wales kesulitan memberi perlawanan atas ‘saudara tua’. Bahkan gol-gol Inggris tercipta hanya dalam tempo 20 menit pertama.
Di babak kedua, Inggris gagal menambah gol dan sebagian suporter mulai meninggalkan stadion. Hanya sikap penonton yang sudah pergi sehingga stadion terlihat kosong membuat Tuchel kecewa.
Menurutnya suporter seperti tidak ada memiliki gairah memberi dukungan dalam Battle of Britain ini. Termasuk saat terciptanya gol-gol oleh Morgan Rogers, Watkins dan Bukayo Saka.
Tidak ada sorak-sorai merayakan gol mereka. Sebaliknya, suporter Wales yang berjumlah sedikit tetapi mereka justru terlihat lebih bersemangat memberi dukungan terhadap The Dragons.
“Kami tak mendapat dukungan penuh dari suporter. Menurut saya pemain seharusnya pantas mendapat dukungan lebih dari fans karena kami sudah melakukan segalanya untuk menang,” kata Tuchel seperti dikutip The Sun.
“Kami bermain sangat bagus di babak pertama dan seharusnya bisa unggul 5-0. Tetapi stadion tetap senyap,” ujarnya.
“Selama satu setengah jam, kami hanya mendengar suara dari suporter Wales. Ini membuat saya sedih karena pemain seharusnya mendapat lebih dari suporter,” ucap eks pelatih Bayern Munchen ini.
Meski demikian, Tuchel menyatakan suporter bakal memberi dukungan penuh saat Inggris melakoni laga krusial melawan Latvia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya suporter sudah menunjukkan bagaimana mereka memberi dukungan saat Inggris tandang melawan Serbia.
“Dukungan saat kami bermain di Serbia sungguh fantastis. Saya suka dengan fans Inggris. Hanya saja atmosfer di pertandingan kali ini tidak selaras dengan performa Tim di arena,” katanya lagi.
Inggris Mendominasi
Di laga uji coba itu, Inggris sepenuhnya mendominasi. Dengan keunggulan dalam penguasaan bola, ini menyulitkan tim asuhan Craig Bellamy mengembangkan permainan.
Pertandingan baru berjalan tiga menit, Inggris sudah membobol gawang Wales saat Rogers menyambut assist dari Marc Guehi. Rogers yang lepas dari pengawalan pemain Wales pun melepaskan tendangan yang menaklukkan kiper Karl Darlow.
Setelah Inggris unggul 1-0, Wales mencoba memperkuat sektor belakang dengan harapan bisa membendung serangan The Three Lions. Namun usaha mereka tak membuahkan hasil setelah Watkins memperbesar keunggulan Inggris di menit 11.
Gol Watkins menjadikan Inggris kian bersemangat memberikan tekanan. Sebaliknya, Wales kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan situasi mereka kian buruk setelah gawang Darlow kembali kebobolan untuk kali ketiga.
Kali ini, Saka yang menunjukkan aksi individual sebelum melepaskan tendangan ke sudut atas gawang. Gol pemain depan Arsenal ini tercipta di menit 20.
Skor berubah 3-0 untuk Inggris. Mereka tetap bermain ofensif dan tidak menurunkan tempo permainan. Hanya saja, upaya tuan rumah tak membuahkan hasil sehingga skor tiga gol itu bertahan hingga babak pertama berakhir.
BACA JUGA:
Di babak kedua, Inggris tetap bermain ofensif dan tidak memberi kesempatan Wales keluar dari tekanan. Namun setelah Inggris mulai kesulitan menambah gol, mereka tak lagi ngotot. Situasi itu dimanfaatkan Wales untuk bangkit. Meski demikian serangan mereka tak membuahkan hasil.
Apalagi, kiper Jordan Pickford yang kembali berdiri di bawah mistar bermain cukup bagus. Kiper Everton ini paling tidak menggagalkan peluang dari David Brooks dan Chris Mepham. Hingga akhir laga skor 3-0 untuk Inggris tak berubah.