JAKARTA - Belanda akan melawat ke markas Malta, Kamis 9 September, dengan misi sederhana tapi vital: mempertahankan puncak Grup G kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah sempat tampil goyah pada jeda internasional September 2025, tim asuhan Ronald Koeman bertekad untuk kembali ke jalur dominasi.
Sempat ditahan imbang Polandia 1-1 dan nyaris dipermalukan Lithuania meski unggul dua gol lebih dulu, Oranje akhirnya selamat berkat dua gol Memphis Depay — yang kini resmi menjadi top skor sepanjang masa Belanda dengan 51 gol internasional.
Kemenangan tersebut membuat Belanda tetap di puncak klasemen, unggul selisih gol atas Polandia yang sudah bermain satu laga lebih banyak. Jika Depay dan kolega mampu meraih enam poin dalam dua laga pekan ini — melawan Malta dan Finlandia — maka tiket otomatis ke Piala Dunia bakal hampir pasti digenggam.
BACA JUGA:
Sementara itu, tuan rumah Malta jelas bukan lawan sepadan di atas kertas. Dalam enam pertemuan sebelumnya, mereka selalu kalah dari Belanda dan rata-rata kebobolan lima gol per laga. Pertemuan terakhir pada Maret lalu bahkan berakhir dengan kekalahan 0-8 bagi Malta — tiga gol tercipta hanya dalam 20 menit pertama.
Skuad asuhan Emilio De Leo saat ini hanya mengoleksi dua poin hasil dua kali imbang lawan Lithuania. Mereka sempat menang 3-1 atas San Marino dalam laga uji coba bulan lalu, namun menghadapi tim sekelas Belanda jelas akan menjadi ujian berat bagi “The Reds”.
Ronald Koeman tak segan melakukan perombakan besar. Nama-nama besar seperti Matthijs de Ligt, Noa Lang, dan Sem Steijn tidak dipanggil kali ini. Sebaliknya, pemain muda seperti Quilindschy Hartman (Burnley) dan Jeremie Frimpong (Liverpool) kembali ke skuad.
AZ Alkmaar striker Mexx Meerdink sempat dipanggil karena cedera ringan Depay dan Wout Weghorst, namun akhirnya harus mundur. Donyell Malen — yang punya rekor 10 gol dari 27 penampilan sebagai pemain pengganti — berpotensi turun sebagai starter.
Di lini tengah, Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders kemungkinan besar akan bermain bersama Ryan Gravenberch, sementara trio depan diisi oleh Xavi Simons, Malen, dan Cody Gakpo.
Dari kubu Malta, kabar baik datang dari kembalinya gelandang senior Teddy Teuma (Reims) dan Matthew Guillaumier yang sudah bebas dari skorsing. Namun Jake Azzopardi dicoret setelah kartu merah kontra Lithuania. Saint-Étienne striker Irvin Cardona diprediksi jadi ujung tombak dengan dukungan Mbong bersaudara.
Belanda datang ke Malta dengan superioritas penuh dan rekor sejarah yang mendukung. Dengan lini depan berisi pemain-pemain cepat dan kreatif, sulit membayangkan Malta mampu menahan serangan Oranje yang sedang lapar gol.
Perkiraan Susunan Pemain
Malta (5-4-1): Bonello; Muscat, Pepe, Shaw, J. Borg, Camenzuli; J. Mbong, Teuma, Guillaumier, Satariano; P. Mbong.
Belanda (4-3-3): Verbruggen; Dumfries, Van Hecke, Van Dijk, Van de Ven; Gravenberch, De Jong, Reijnders; Simons, Malen, Gakpo.
Prediksi: Malta 0-5 Belanda.