Bagikan:

JAKARTA - Manchester United kembali menghadapi tekanan besar ketika harus menjamu Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu 4 Oktober malam WIB. Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak April 2017, saat Setan Merah menang 3-0 di Stadium of Light.

Posisi pelatih Ruben Amorim di kursi panas semakin disorot setelah awal musim 2025/2026 berjalan jauh dari harapan. Dari enam laga pertama di Liga Inggris, United hanya mampu meraih dua kemenangan, sekali imbang, dan tiga kali kalah. Total sudah 11 gol bersarang ke gawang mereka, termasuk kekalahan 3-1 dari Brentford pekan lalu, hanya beberapa hari setelah menang tipis 2-1 atas Chelsea.

Saat ini, United tercecer di peringkat ke-14 klasemen sementara. Amorim juga bersiap menjalani laga ke-50 bersama Setan Merah, tetapi sejarah tidak berpihak kepadanya. Lima manajer permanen terakhir United semuanya gagal menang di laga ke-50 mereka, di mana Sir Alex Ferguson jadi yang terakhir meraih kemenangan pada November 1987.

Namun, ada secercah optimisme. United tak terkalahkan dalam 24 laga terakhir melawan tim promosi di Liga Inggris (21 menang, 3 imbang), sejak kekalahan 1-4 dari Watford pada November 2021 yang juga jadi laga terakhir Ole Gunnar Solskjaer. Selain itu, Setan Merah hanya kalah dua kali dari 30 pertemuan terakhir dengan Sunderland di liga (22 menang, 6 imbang).

Sunderland, Anak Baru yang Mengejutkan

Setelah delapan tahun absen, Sunderland kembali ke Premier League dengan start yang luar biasa. Mereka sudah mengoleksi 11 poin dari enam laga—catatan terbaik sejak musim 1967/1968. Anak asuh Regis Le Bris juga belum terkalahkan dalam empat laga terakhir (2 menang, 2 imbang), termasuk kemenangan 1-0 di markas Nottingham Forest pekan lalu.

Le Bris, yang masuk nominasi Manajer Terbaik Liga Inggris edisi September, menyebut timnya datang ke Old Trafford dengan “kepribadian dan karakter kuat”. Meski begitu, Sunderland menyadari rekor buruk mereka di Manchester. Dari 31 lawatan terakhir ke Old Trafford, Sunderland hanya sekali menang—pada Mei 2014 lewat gol tunggal Sebastian Larsson.

Catatan melawan klub Manchester di liga juga suram. Dari 29 laga tandang melawan Manchester United dan Manchester City, Sunderland hanya sekali menang dengan rasio poin terburuk (0,24) dibanding tim lain yang sudah lebih dari 15 kali bermain di sana.

Manchester United kehilangan Lisandro Martinez (cedera lutut) dan Noussair Mazraoui (cedera paha). Namun, Casemiro kembali dari skorsing, sementara Amad Diallo sudah kembali berlatih setelah absen karena urusan keluarga. Amorim diperkirakan akan merombak lini belakang usai tampil rapuh di laga kontra Brentford. Leny Yoro kemungkinan menggantikan Harry Maguire.

Bruno Fernandes akan jadi motor serangan, ditemani Casemiro di lini tengah. Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko diperkirakan kembali dipercaya di lini depan.

Di kubu Sunderland, Habib Diarra, Romaine Mundle, Dennis Cirkin, Aji Alese, dan Leo Hjelde masih masuk ruang perawatan. Reinildo Mandava absen karena skorsing. Namun kabar baiknya, Nordi Mukiele fit dan siap tampil. Granit Xhaka, yang sedang on fire dengan tiga assist beruntun, akan mengomandoi lini tengah bersama Noah Sadiki dan Chris Rigg.

Di atas kertas, laga ini seharusnya menguntungkan Manchester United. Namun, performa labil Setan Merah membuat mereka rawan kembali kehilangan poin. Sunderland tampil penuh percaya diri, solid di lini tengah, dan punya catatan apik belakangan ini.

United mungkin masih diunggulkan karena faktor Old Trafford, tetapi dengan situasi sekarang, mereka berpotensi hanya meraih hasil imbang.

Prediksi Susunan Pemain

Manchester United (3-4-2-1):
Bayindir; Yoro, De Ligt, Shaw; Dalot, Casemiro, Fernandes, Dorgu; Mbeumo, Cunha; Sesko.

Sunderland (4-3-3):
Roefs; Hume, Mukiele, Alderete, Masuaku; Rigg, Xhaka, Sadiki; Talbi, Isidor, Le Fee.

Prediksi skor: Manchester United 1-1 Sunderland.