Bagikan:

JAKARTA - Arsenal tak kesulitan mengatasi perlawanan Olympiacos dan menang 2-0 di pertandingan Liga Champions di Stadion Emirates, Kamis, 2 Oktober 2025 dini hari WIB. Pemain depan Gabriel Martinelli kembali menyumbang gol yang menjadikan Arsenal mencetak rekor 14 kemenangan di kompetisi Eropa.

Arsenal menunjukkan konsistensi di kompetisi Premier League Inggris maupun Liga Champions. Setelah meraih kemenangan 2-1 atas Newcastle United di Liga Premier, Arsenal melanjutkan tren positif dengan menaklukkan Olympiacos.

Kemenangan atas Olympiacos, menurut The Sun, menjadikan Arsenal mencatat rekor 14 kemenangan di laga kandang di Liga Champions maupun Liga Europa selama ditangani Mikel Arteta.

Tak hanya itu, The Gunners juga menorehkan catatan cukup mengesankan dengan tidak kebobolan selama 11 pertandingan terakhir. Gawang Arsenal terakhir kali kemasukan saat menghadapi Rapid Vienna pada 3 Desember 2020. Saat itu, Arsenal menang 4-1 dan gol dari tim tamu dihasilkan Koya Kitagwa.

Kemenangan atas Olympiacos juga membawa Arsenal ke papan atas klasemen sementara. Klub London Utara itu sukses nangkring di posisi lima dengan poin enam.

Poin mereka sama dengan empat tim di atasnya, Bayern Munchen, Real Madrid, Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Hanya, tim-tim tersebut memiliki selisih poin lebih baik ketimbang Arsenal.

Sementara, Olympiacos yang baru mengumpulkan satu poin menempati posisi di zona bawah. Mereka menduduki peringkat 29 dan berada di atas AS Monaco yang memiliki poin sama. Ada tujuh tim yang baru mengantungi satu poin setelah menyelesaikan laga kedua di Liga Champions.

Arsenal Kuasai Permainan

Tampil di kandang sendiri, Arsenal sepenuhnya menguasai permainan. Dengan menurunkan kapten Martin Odegaard yang kembali menjadi starter, Declan Rice, Eberechi Eze dan Bukayo Saka, Arsenal sudah langsung menekan pertahanan Olympiacos.

Hasilnya, tuan rumah sudah bisa membobol gawang lawan di menit 12. Gol berawal dari sepakan keras striker Viktor Gyokeres yang masih membentur tiang gawang Olympiacos. Bola rebound itu langsung disambar Martinelli lewat tendangan dari jarak dekat.

Gol ini kembali menunjukkan ketajaman Martinelli. Sebelumnya, pemain Brasil ini mencetak gol dan membuat assist saat Arsenal mengalahkan Athletic Bibao 2-0 di laga pertama Liga Champions.

Martinelli pula yang menyelamatkan Arsenal dari kekalahan saat menjamu Manchester City di Premier League. Gol yang dicetaknya di injury time menjadikan skor imbang 1-1.

Hanya setelah gol Martinelli yang membawa Arsenal 1-0, mereka sempat kesulitan memperbesar keunggulan. Meski tetap menguasai permainan, namun Arsenal masih belum bisa menambah gol.

Begitu pula di babak kedua, serangan The Gunners tak kunjung membuahkan hasil. Sebaliknya, Olympiacos sempat menyamakan skor setelah sundulan Ayoub El Kaabi bisa digagalkan kiper David Raya. Namun Chiquinho yang kemudian memaksimalkan bola liar untuk mencetak gol.

Namun wasit menganulir gol itu. Pasalnya El Kaabi dalam posisi offside saat Chiquinho mencetak gol. Skor 1-0 untuk Arsenal tak berubah.

Arsenal akhirnya bisa menambah gol saat laga memasuki injury time. Gol tercipta lewat kerjasama Saka dengan Odegaard dan selanjutnya sepakan Saka menaklukkan kiper Kostas Tzolakis. Gol di menit 90+2 mengubah skor menjadi 2-0 dan bertahan hingga laga usai.

“Sangat menyenangkan akhirnya kembali bermain. Saya sudah lama ingin bermain dan saat ini kondisi saya sudah sangat bagus,” kata Odegaard yang merasa senang kembali menjadi starter setelah absen karena cedera bahu.

“Dan, tentu saja kami senang bisa menang. Kami menunjukkan kualitas dan bagaimana solidnya pertahanan kami. Di pertandingan ini kami juga menciptakan banyak peluang,” ucapnya lagi.

Sementara, pelatih Olympiacos Jose Luis Mendilibar tak kecewa timnya kalah. Dirinya tak segan memuji penampilan pemain asuhannya yang berusaha mengimbangi Arsenal.

“Menurut saya kami sudah berjuang hingga akhir. Berusaha agar tidak kebobolan memang tidak mudah di tempat ini. Kami memang tidak mengubah gaya bermain meski kami menghadapi tim top. Penampilan kami juga tidak buruk meski kalah,” kata dia.