Bagikan:

JAKARTA - Joao Pedro mengatakan bahwa kemitraannya dengan rekan setimnya di Chelsea, Cole Palmer, berjalan baik dan berharap terus berkembang.

Palmer dan Pedro ialah dua pemain Chelsea yang menonjol di Piala Dunia Antarklub 2025, masing-masing mencetak tiga gol untuk membantu tim mereka mengangkat trofi.

Pedro, yang bergabung Chelsea musim panas ini dari Brighton & Hove Albion, telah mencetak dua gol liga dan tiga assist, termasuk memberi assist untuk Palmer dalam hasil seri 2-2 di liga pada akhir pekan lalu melawan Brentford.

"Cole adalah pemain yang sangat berbeda karena dia berpikir sangat cepat. Dia mampu membuat keputusan yang seringkali tidak kami duga."

"Namun, saya yakin bahwa sejak Piala Dunia Antarklub 2025, dia sangat dekat dengan saya, selalu berbicara dengan saya."

"Kami mencoba menggabungkan ide-ide kami agar berhasil dalam pertandingan. Saya pikir ini berhasil, syukurlah, dan semoga terus seperti ini," kata Pedro kepada ESPN Brasil.

Pemain 23 tahun itu tidak terkejut dengan seberapa cepat ia beradaptasi dengan Chelsea. Sebagai pemain muda Fluminense, Pedro bermain selama empat musim di Watford sebelum bergabung Brighton pada 2023.

Ia menjadi pencetak gol terbanyak bersama The Seagulls dengan 10 gol di Liga Inggris musim lalu.

"Saya merasa sangat siap untuk momen seperti ini. Saya bermimpi berada di momen yang saya jalani saat ini, yaitu bermain untuk Tim Nasional (Timnas) Brasil, bermain untuk Chelsea, dan mampu menampilkan sepak bola yang hebat."

"Saya pikir ini adalah momen yang selalu saya impikan sejak saya datang ke Chelsea, untuk menjalani ini."

"Saya memenangi gelar pertama saya dengan sangat cepat. Saya pikir ini momen yang luar biasa. Saya pikir sekarang saatnya untuk bertahan dan bekerja keras agar tetap berada di Timnas Brasil dan Chelsea."

"Jadi saya tetap membumi, selalu berusaha tenang, dan terus bekerja," ujar Joao Pedro lagi.

Apa yang dicapai Pedro saat ini ialah buah ketahanannya melewati masa-masa sulit di awal kariernya.

Bertemu rekan setim seperti Palmer pun membuatnya bisa lebih mudah menemukan performa terbaik. Tak hanya itu, hubungan baik dengan Palmer membuatnya lebih berkontribusi di luar lapangan.

Pedro tidak hanya membantu Chelsea di lapangan, tetapi juga membantu sesama pemain Brasil, Estevao, beradaptasi dengan Inggris.

Estevao menyelesaikan transfernya ke Stamford Bridge dari Palmeiras pada musim panas setelah berusia 18 tahun.

"Ketika saya berusia 15 tahun, saya ingin berhenti bermain sepak bola. Saya tidak mendapatkan banyak kesempatan di Fluminense, saya hanya bermain selama lima menit, terkadang bahkan tidak bermain."

"Terkadang saya bahkan tidak masuk dalam skuad untuk pertandingan. Saya menjalani semua itu di akademi muda Fluminense. Ketika saya tiba di sini (Inggris) juga."

"Saya tiba di Watford dan tinggal di sana selama tiga tahun. Kami pergi ke Liga Inggris, lalu turun ke Championship."

"Saya bahkan bercanda dengan psikolog tim bahwa saya pikir saya harus memiliki banyak ketahanan, untuk menunggu momen itu."

"Karena momen itu, saya selalu berusaha membantunya (Estevao). Saya tahu betapa pentingnya dia, tidak hanya untuk Chelsea, tetapi juga untuk Timnas Brasil," ujar Pedro.

Suasana kekeluargaan yang membuat Chelsea makin kolektif serta senjata rahasia dari duo Pedro-Palmer tentu harus diwaspadai Manchester United.

The Red Devils tengah memburu kemenangan kedua di Liga Inggris saat menerima kunjungan The Blues di Old Trafford.

Namun, misi itu tak akan mudah lantaran Chelsea sedang dalam tren positif tanpa kekalahan (dua kemenangan dan dua seri) di liga sekaligus ingin bangkit dari kekalahan di Liga Champions.