JAKARTA - Kemenangan dramatis Liverpool atas Atletico Madrid di pertandingan Liga Champions. Liverpool butuh gol di menit 90+2 dari kapten Virgil van Dijk untuk menaklukkan Atletico 3-2 dalam laga di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis, 18 September 2025 dini hari WIB.
Liverpool melakukan start gemilang. Pertandingan baru berjalan enam menit, Liverpool langsung unggul 2-0. Namun The Reds menghadapi lawan yang pantas diperhitungkan.
Ya, Atletico tak menyerah dan berhasil menyamakan skor setelah Marcos Llorente mencetak dua gol secara berturut-turut . Laga pun berlangsung dramatis. Pasalnya Liverpool butuh gol yang menentukan kemenangan di laga pertama mereka melalui Van Dijk.
Kemenangan itu memperpanjang rekor tak sempurna Liverpool di Premier League Inggris. Mereka selalu menang pada empat pertandingan pertama sehingga bisa nangkring di puncak klasemen.
Sebaliknya, Atletico mengawali kompetisi dengan hasil mengecewakan. Mereka harus menelan kekalahan 2-1 di laga pertama La Liga Spanyol. Saat memulai pertarungan di kompetisi Eropa, Los Rojiblancos juga menelan kekalahan setelah nyaris bermain imbang di Anfield.
Bahkan pelatih Diego Simeone harus meninggalkan lapangan karena mendapat kartu merah tak lama setelah Van Dijk membobol gawang Jan Oblak.
“Kami tak berhenti berusaha. Dan kami akhirnya kembali mendapatkan jalan [bagaimana meraih kemenangan]. Saya senang bisa menjadi penentu kemenangan,” ucap Van Dijk.
“Kami harus terus melangkah dan menunjukkan kemampuan terbaik seperti yang sudah kami lakukan selama beberapa tahun sebelumnnya. Ini laga lain di kompetisi Eropa yang luar biasa. Kami menunjukkan bila kami mampu melakukannya. Dan kali ini kami beruntung menjadi pemenang,” kata dia lagi.
Di laga itu, manajer Arne Slot menurunkan skuad terbaik. Striker Alexander Isak pun melakukan debut sebagai ujung tombak. Hanya, pemegang rekor transfer Inggris ini gagal menunjukkan ketajaman sehingga ditarik keluar di babak kedua digantikan Hugo Ekitike.
Langsung Menggebrak
Liverpool sendiri langsung menggebrak pertahanan Atletico. Tanpa memberi kesempatan pemain lawan menguasai bola, Liverpool sudah bisa membobol gawang Atletico saat laga baru berjalan empat menit. Bek Andy Robertson langsung membawa The Pool unggul 1-0 setelah meneruskan tendangan bebas Mohamed Salah.
Gol itu menaikkan adrenalin pemain Liverpool yang ingin segera mematikan Atletico. Usaha mereka tampaknya cukup berhasil setelah Salah memperbesar keunggulan tim hanya dua menit berselang.
Gol tercipta lewat aksi individu Salah setelah bekerja sama satu dua dengan Ryan Gravenberch. Pemain timnas Mesir ini sempat beradu fisik melewati tiga bek Atletico dan dari sudut yang sempit melepaskan tendangan yang menaklukkan Oblak.
Liverpool diperkirakan menang mudah karena sudah unggul 2-0 saat laga baru memasuki menit keenam. Namun Atletico secara perlahan bangkit dan mengimbangi permainan tuan rumah. Mereka memberi tekanan terhadap pertahanan Liverpool.
Kesabaran pemain Atletico akhirnya membuahkan hasil saat Llorente mengatasi kebuntuan di injury time babak pertama. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Liverpool dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool dan Atletico sama-sama bermain terbuka. Hanya serangan mereka tak membuahkan gol sampai akhirnya Llorente kembali membobol gawang Alisson.
Gol yang tercipta di menit 81 ini mengingatkan pada laga babak 16 besar di Liga Champions 2020. Saat itu, Llorente juga mencetak brace yang menyingkirkan Liverpool.
“Marcos tampaknya menyukai stadion ini. Dia mengulangi performa yang gemilang di sini,” kata Simeone memuji pemainnya.
Hanya kali ini Llorente gagal menyelamatkan Atletico. Saat pertandingan diperkirakan berakhir imbang, Van Dijk berhasil memecah kebuntuan. Sundulan bek timnas Belanda ini yang menyambut sepak pojok gagal diselamatkan Oblak. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Liverpool.
BACA JUGA:
Laga pun kian panas menjelang peluit akhir dibunyikan. Bahkan Simeone terpaksa meninggalkan lapangan setelah mendapat kartu merah karena bersitegang dengan wasit. Skor itu bertahan hingga laga usai.
“Kami bermain dengan semangat tinggi. Sayangnya, kami kalah pada akhirnya. Kadang Anda harus mengalami kekalahan. Dan itu yang terjadi,” ucap Simeone.