JAKARTA - West Ham telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan melarang suporter membawa syal setengah-setengah ke Stadion London untuk pertandingan Liga Inggris melawan rival sekota, Tottenham Hotspur, pada Sabtu kemarin, 13 September 2025.
Syal-syal tersebut, yang sering dijual oleh penjual tidak resmi di luar stadion sepak bola, telah lama menjadi bahan kekhawatiran para penonton setia yang menolak gagasan bahwa seseorang akan mengenakan memorabilia yang menampilkan kedua tim, alih-alih hanya tim yang mereka dukung.
BACA JUGA:
Langkah ini dikomunikasikan kepada para suporter sebagai salah satu dari sejumlah peningkatan langkah keamanan yang menurut West Ham telah dirancang untuk mencegah suporter tim tamu mendapatkan akses ke area kandang mereka.
Pertandingan pada Sabtu, 13 September 2025, tersebut telah diidentifikasi berpotensi menimbulkan gejolak karena rivalitas tradisional antara kedua tim.
Kepindahan Mohammed Kudus senilai 55 juta pound ke Spurs dari West Ham musim panas ini memicu kemarahan suporter Hammers dan dianggap sebagai pemicu potensial. Begitu pula kemungkinan protes dari suporter tuan rumah terhadap pemilik klub.
"Syal setengah-setengah atau barang yang menggambarkan warna/lambang kedua klub tidak akan diizinkan di dalam Stadion London pada Sabtu."
"Pendukung yang telah membeli syal setengah-setengah dari penjual tidak resmi akan diminta untuk menyerahkannya kepada petugas keamanan di pos pemeriksaan keamanan dan syal ini tidak akan dikembalikan."
"Pendukung yang ingin membeli syal untuk pertandingan disarankan untuk pergi ke toko West Ham United Stadium, di mana syal tersebut dapat dibeli," bunyi pernyataan West Ham sebelum pertandingan melawan Spurs itu.