JAKARTA - Laga krusial bagi manajer Manchester United Ruben Amorim yang sudah menegaskan menolak mundur. Namun bila gagal menang saat menjamu Burnley di pertandingan Premier League Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 21.00 WIB malam ini, nasibnya kian tak pasti.
Saat MU gagal di final Liga Europa, Amorim menyatakan bila klub menghendaki untuk pergi, maka saat itu juga dirinya langsung angkat oper. Namun klub mempertahankan Amorim dan memberi kesempatan membangun skuad menyongsong musim baru kompetisi.
Amorim sesungguhnya memasuki kompetisi dengan semangat baru. Apalagi, dia bisa mendapatkan striker Benjamin Sesko, Matheus Cunha hingga Bryan Mbeumo.
Hanya, dia memilih mempertahankan kiper Andre Onana setelah gagal merayu manajemen Red Devils agar memboyong kiper Aston Villa Emiliano Martinez.
Bahkan kiper Gianluigi Donnarumma yang hendak dilepas Paris Saint-German sama sekali tak dilirik MU. Terbukti, sektor penjaga menjadi handicap MU saat melakoni tiga pertandingan pertama di berbagai kompetisi. MU selalu kebobolan di Liga Premier.
Saat kiper Andre Onana tampil di Carabao Cup melawan klub divisi empat, Grimsby Town, dia malah melakukan dua kesalahan yang berujung gol.
Saat adu penalti, hanya satu eksekusi dari pemain Grimsby yang bisa digagalkan Onana.
Itu pun bola nyaris masuk bila tidak mengenai mistar gawang setelah ditepis Onana. Sedangkan 12 tendangan penalti lainnya tak bisa diantisipasi kiper timnas Kamerun ini.
Kegagalan memalukan di Carabao Cup menjadikan Amorim mulai tak nyaman. Desakan agar sang manajer dipecat mulai menguat.
Nasib Amorim pun sepertinya ditentukan usai laga melawan Burnley. Bila tidak bisa menang, maka bayang-bayang pemecatan makin nyata.
Soal siapa pengganti, MU bisa saja membidik Gareth Southgate yang sudah ditawari saat masih menjadi manajer timnas Inggris. Namun Southgate menolak karena lebih persoalan kurang etis.
Selain Southgate ada eks pemain MU Michael Carrick yang cukup berhasil saat menjadi manajer sementara. Begitu pula Ruud van Nistelrooy bisa dipanggil kembali.
Meski gagal menangani Leicester City yang kemudan terdegradasi, eks mesin gol MU ini malah sukses sebagai manajer sementara sebelum kedatangan Amorim.
Menolak Menyerah
Amorim sendiri hanya bisa pasrah bila akhirnya diberhentikan. Namun dirinya menolak menyerah dan tak akan mengundurkan diri. Kontras dengan saat MU gagal di Liga Europa.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi [usai laga melawan Burnley]. Saya tak bisa menjanjikan apa pun soal masa depan. Yang jelas, saya manajer Manchester United. Dan tidak ada yang berubah," ucap Amorim seperti dikutip The Sun.
Meski demikian, pria Portugal ini seperti lelah dengan tekanan berat sebagai manajer sebuah klub besar. "Kadang, saya ingin berhenti saja. Tetapi kadang saya ingin bertahan di sini hingga 20 tahun lagi," kata dia lagi.
"Kadang, saya begitu cinta pada pemain. Tetapi kadang, saya juga tak ingin bersama mereka," ujar eks pelatih Sporting Lisbon yang mengaku sudah ingin mengundurkan diri usai kegagalan di Piala Liga Inggris.
"Saat itu, saya memang ingin melakukannya [mengundurkan diri] usai pertandingan. Tetapi saya merasa ini bukan saatnnya. Kadang bukan hasil yang menjadi persoalannya tetapi bagaimana kami kalah dalam pertandingan. Ini yang sulit diterima karena kami sesungguhnya bisa meraih hasil lebih baik," ucapnya lagi.
Amorim membeberkan detil pertandingan yang membuat perbedaan dan pada akhirnya MU gagal meraih poin penuh atau bahkan menelan kekalahan.
"Bagaimana kami menutup setiap posisi, bagaimana pemain berlari. Itu semua lebih pada detil permainan. Kadang level permainan kami memang sedikit menurun. Kabar baiknya, kami punya kesempatan untuk meningkatkan level permainan di laga berikutnya," kata Amorim.
BACA JUGA:
Amorim berharap laga melawan Burnley menjadi titik balik kebangkitan MU. Bila tidak, MU bakal kian terpuruk.
Pasalnya usai jeda kompetisi karena pertandingan internasional, MU bakal melakoni laga berat melawan rival satu kota Manchester City dan kemudian bertemu Chelsea. Laga-laga yang sudah pasti bakal sulit dimenangkan Bruno Fernandes dkk.