Bagikan:

JAKARTA - PSSI tengah mengajukan negosiasi terkait penambahan waktu libur kompetisi pada September 2025. Hal ini tengah diajukan kepada PT Liga Indonesia Baru (I-League) selaku operator kompetisi Tanah Air.

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, menyebut bahwa pengajuan libur tambahan ini demi mengakomodasi Timnas Indonesia di FIFA Matchday dan persiapan Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

"Kami sedang negosiasi juga dengan klub-klub, walaupun sudah ada perjanjian antara PSSI dan PT LIB (I-League) di FIFA Match Day, ada tambahan (hari libur) empat hari. Kalau di Eropa tidak ada, ya, tambahan empat hari."

"Cuma kami juga terima kasih sama PT LIB ada tambahan empat hari. Nah, kami lagi mau bicara dengan I-League boleh atau tidak tambah tiga hari lagi, khusus yang U-23," kata Erick Thohir dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Erick mengatakan bahwa saat ini PSSI belum bersurat secara resmi ke I-League. Namun, komunikasi dengan klub sudah dibangun. Harapannya, permohonan PSSI tak mendapat resistensi dari klub.

"Belum disampaikan. Ini lagi bicara dengan I-League dan klub. Soalnya, jadwal pertandingan klub tanggal 20-an (Agustus) itu, kalau tidak salah, sudah selesai."

"Nah, kalau jadwalnya sudah dikasih empat hari, mau tambah. Nah, ini yang kami coba sosialisasi juga ke klub-klub untuk supaya Kualifikasi Piala Asia U-23, timnya prima," kata Ketum PSSI.

Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 nantinya akan berlangsung di Stadion Delta Sidoarjo pada 3-9 September 2025. Ketum PSSI ingin pemain bisa bersiap lebih panjang menjelaskan turnamen ini.

Persiapan intensif sangat dibutuhkan karena salah satu lawan yang akan dihadapi adalah Korea Selatan U-23. Selain itu, Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup J bersama Laos dan Macau.