JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, akan menggodok peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic Games (YOG) 2030, salah satunya terkait anggaran.
Dukungan pendanaan dari Pemerintah menjadi hal paling krusial dalam menjaga kesempatan Indonesia untuk menjadi tuan rumah multicabang untuk kelompok usia remaja 15-18 tahun tersebut.
"Kami akan mendalami terlebih dahulu kemungkinannya bagaimana atau kondisinya bagaimana serta apa yang dibutuhkan sebagai tuan rumah," ujar Dito di Jakarta pada Rabu, 9 Juli 2025.
Peluang yang dimiliki oleh Indonesia untuk menggelar Youth Olympic Games 2030 terbuka lebar. Saat ini NOC Indonesia terus melakukan komunikasi berkelanjutan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
SEE ALSO:
Indonesia sudah memiliki eksisting fasilitas, infrastruktur, serta sarana dan prasarana di DKI Jakarta, yang sebelumnya digunakan untuk pesta olahraga Asian Games dan Asian Para Games 2018.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa Indonesia sudah memahami betul proses untuk mendapat jatah menjadi tuan rumah, tinggal menunggu dukungan saja.
"Kalau kami sudah mendapatkan dukungan anggaran yang sedang kami susun bersama-sama, komunikasi terus kami lanjutkan. Kalau sudah ada kesepakatan, insyaallah yang lain-lainnya kita sudah siap," ungkap Okto.
Indonesia akan bersaing dengan beberapa negara untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic Games 2030. Mereka adalah Qatar, India, Paraguay, Meksiko, Peru, Mongolia, Denmark, Kolombia, serta Bosnia-Herzegovina.
Okto menegaskan bahwa pencalonan ini bukan hanya keputusan sepihak dari NOC Indonesia, melainkan harus melibatkan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk surat kesanggupan resmi yang menunjukkan kesiapan negara menjadi tuan rumah.
"Kalau saya, melihat semua fasilitas, semua infrastruktur, sarana-prasarana, dan pengalaman, saya sangat optimistis Indonesia pasti bisa dipercaya untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic Games 2030," kata dia.
Seluruh proses administratif terkait pencalonan ditargetkan rampung pada Agustus 2025. Kepastian ini penting agar Indonesia tetap berada di jalur dialog positif dengan IOC.