Bagikan:

JAKARTA – Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade masih menjadi satu-satunya impian terbesar dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia yang belum terwujud sampai sekarang.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dalam acara ulang tahun bertema "Merah Putih Gala: 73rd NOC Indonesia Anniversary" di Jakarta, pada Selasa, 11 Maret 2025, malam WIB, mengatakan bahwa usaha untuk mendapatkan status Indonesia menjadi Olimpiade akan terus diupayakan oleh pihaknya.

"Perjalanannya masih panjang. Kami menyadari betul bahwa 73 tahun Komite Olimpiade Indonesia ada di Indonesia, tetapi belum maksimal untuk memberikan cita-cita yang belum terlaksana, yaitu menjadi tuan rumah Olimpiade," ujar Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari.

Indonesia selama ini mengambil peran aktif di Olimpiade sejak pertama kali ikut serta di ajang itu pada 1952 di Helsinki. Setelah itu Indonesia tercatat hanya dua kali absen karena ketegangan politik.

Meski demikian, Indonesia masih butuh proses panjang untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade. Salah satunya adalah membidik tuan rumah Youth Olympic Games edisi 2030.

Okto mengatakan bahwa pihaknya pun sudah melaksanakan proses bidding pertama untuk Youth Olympic Games 2030. Bidding tersebut dilakukan sebelum menghadiri acara ulang tahun NOC Indonesia.

"Kami cukup yakin dengan didukung oleh masyarakat Indonesia, dengan didukung oleh pemerintah terutama. Insyaallah, Indonesia bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic 2030 di Jakarta," kata dia.

Indonesia telah punya pengalaman menggelar multievent akbar. Salah satunya adalah Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Selain multievent, Indonesia juga sudah sering kali diberikan kepercayaan menggelar single event. Pengalaman tersebut membuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade cukup terbuka sekalipun bukan dalam waktu dekat.