Bagikan:

JAKARTA - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, akhirnya angkat bicara secara blak-blakan usai timnya kembali menelan kekalahan memalukan di Liga Inggris. Kekalahan 0-2 dari West Ham di Old Trafford pada Minggu 12 Mei menjadi kekalahan ke-17 mereka musim ini di Premier League dan membuat Setan Merah kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen sementara.

Meski Amorim berhasil membawa MU ke final Liga Europa musim ini, performa domestik klub asal Manchester itu justru makin mengkhawatirkan. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Amorim tidak menutup kemungkinan untuk mundur jika situasi tidak membaik musim depan.

“Saya benar-benar malu. Dalam 25 pertandingan terakhir kami hanya menang enam kali. Itu tidak bisa diterima,” kata Amorim. “Ada sesuatu yang salah, dan bukan cuma soal taktik atau teknik — ini soal mental, cara kami menghadapi pertandingan, semangat bertarung, dan bagaimana kami melindungi gawang.”

Amorim mengakui bahwa tekanan yang ia hadapi sangat besar, namun ia menegaskan bahwa dirinya punya rencana jelas untuk memperbaiki kondisi tim pada musim panas nanti. Ia juga sudah menyampaikan solusi tersebut kepada manajemen klub.

“Saya sudah berbicara dengan pihak manajemen, dengan staf, dan bahkan dengan fans di setiap kesempatan. Saya tahu betul apa yang dibutuhkan tim ini untuk bangkit,” tambahnya. “Rasa malu ini bukan karena kurang percaya diri, tapi karena kehilangan nilai dasar sebagai klub besar. Kami Manchester United — tidak seharusnya bertarung untuk keluar dari zona bawah.”

Gol dari Jarrod Bowen di babak kedua memperparah luka bagi MU yang tampil tanpa semangat dan kehilangan arah di lapangan. Bruno Fernandes dan rekan-rekannya pun terlihat frustrasi, menyadari ini adalah kekalahan liga ke-17 musim ini — angka yang sangat mencoreng reputasi klub sebesar United.

Meski demikian, Amorim masih punya kesempatan meraih trofi jika mampu membawa MU mengalahkan Tottenham Hotspurs di final Liga Europa mendatang. Namun, tekanan untuk memperbaiki performa di Premier League tetap menjadi prioritas utama.

“Saya masih percaya tim ini bisa lebih baik. Tapi jika musim depan tak ada perkembangan, saya siap untuk mundur demi kebaikan klub,” tutup Amorim.

Manchester United dijadwalkan menghadapi dua laga terakhir Premier League yang bisa menentukan apakah mereka mengakhiri musim di luar zona degradasi — atau mengukir salah satu catatan terburuk dalam sejarah mereka. Tekanan kini berada sepenuhnya di pundak Ruben Amorim