Bagikan:

JAKARTA - Dua klub asal London yang masih memiliki agenda penting di akhir musim akan saling berhadapan dalam derby Premier League pada Minggu malam 11 Mei, saat Tottenham Hotspur menjamu Crystal Palace di Tottenham Hotspur Stadium.

Spurs yang kini fokus pada final Liga Europa dan Palace mengincar gelar Piala FA, membuat laga ini kemungkinan tidak akan menjadi duel paling panas di ibu kota musim ini. Namun, kedua tim tetap memiliki motivasi kuat untuk meraih kemenangan.

Tottenham baru saja memastikan tempat di final Liga Europa setelah menang agregat 5-1 atas Bodo/Glimt di semifinal. Di tengah badai salju di lingkaran Arktik, anak asuh Ange Postecoglou tampil disiplin dan akan berhadapan dengan Manchester United di partai puncak yang akan digelar di Bilbao.

Namun, performa Spurs di Premier League jauh dari kata memuaskan. Mereka belum pernah menang dalam empat laga terakhir di liga, dan hanya menang sekali dari sembilan pertandingan terakhir—itu pun melawan Southampton yang sudah terdegradasi. Hasil imbang 1-1 kontra West Ham akhir pekan lalu mempertegas ketidakstabilan Spurs, yang kini berada di peringkat ke-16 dan hanya mengincar menghindari posisi ke-17 yang lebih memalukan.

Dalam duel sesama tim London musim ini, Spurs hanya mengoleksi 11 poin dari 11 pertandingan derby—terburuk di antara tim-tim ibu kota.

Crystal Palace juga memiliki final tersendiri: Piala FA kontra Manchester City yang akan berlangsung dalam dua pekan ke depan. Meski secara matematis mereka masih bisa finis di delapan besar dan mengincar tempat di Liga Konferensi Eropa, defisit tujuh poin dari Bournemouth membuat peluang itu nyaris tertutup.

Palace saat ini tengah dilanda inkonsistensi, dengan hanya dua kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi. Hasil imbang 1-1 dengan Nottingham Forest pada awal pekan memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka di Premier League menjadi lima laga.

Namun, kemenangan atas Spurs akan membuat Palace menyamai rekor poin tertinggi mereka di era Premier League—49 poin. Belum pernah mereka menembus angka 50.

Sayangnya, sejarah tidak berpihak pada Palace saat bertandang ke Spurs. Mereka telah kalah dalam sembilan kunjungan terakhir ke Tottenham di Premier League. Meski begitu, kemenangan 1-0 pada pertemuan pertama musim ini membuka peluang bagi Eagles mencatatkan double win pertama mereka atas Spurs di liga.

Tottenham kehilangan James Maddison karena cedera lutut yang dideritanya saat semifinal Liga Europa. Ia bergabung di ruang perawatan bersama Lucas Bergvall dan Radu Dragusin. Son Heung-min masih diragukan karena cedera kaki, dan Postecoglou hanya “setengah berharap” sang kapten bisa tampil.

Mathys Tel dan pemain muda Mikey Moore kemungkinan akan menggantikan posisi Son, sementara Brennan Johnson—yang sempat cedera ringan di laga terakhir—kemungkinan besar akan diistirahatkan.

Di kubu Palace, Adam Wharton mengalami cedera pergelangan kaki saat ditarik keluar pada menit ke-61 melawan Forest. Ia dipastikan absen dalam laga ini dengan harapan bisa pulih sebelum final Piala FA. Chadi Riad dan Cheick Doucoure juga masih absen. Will Hughes atau Jefferson Lerma akan menggantikan Wharton di lini tengah, menemani Daichi Kamada yang kini jadi starter reguler.

Dengan fokus Spurs tertuju ke Liga Europa dan Palace lebih memprioritaskan Piala FA, laga ini bisa berlangsung datar. Namun, faktor kandang dan dominasi historis membuat Spurs sedikit lebih diunggulkan, meski rotasi besar bisa memengaruhi efektivitas mereka.

Perkiraan Susunan Pemain

Tottenham Hotspur (4-3-3):
Vicario; Gray, Danso, Davies, Spence; Kulusevski, Bentancur, Sarr; Odobert, Tel, Moore

Crystal Palace (3-4-2-1):
Henderson; Richards, Lacroix, Guehi; Munoz, Hughes, Kamada, Mitchell; Eze, Sarr; Mateta

Prediksi Skor: Tottenham Hotspur 1-1 Crystal Palace