JAKARTA – Internasional Olympic Committee (IOC) meminta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) untuk membentuk federasi tinju baru setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) menolak berpisah dari induknya International Boxing Association (IBA).
Hal itu dipastikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, pada Selasa, 29 April 2025.
"Tampaknya Pertina tidak menyanggupi untuk mengubah induk organisasi internasionalnya. IOC meminta NOC Indonesia untuk membuat federasi yang baru," ujar Dito.
Pertina sebelumnya sudah resmi didepak secara tetap dari keanggotan NOC Indonesia setelah IOC megeluarkan perintah yang isinya meminta semua NOC di seluruh dunia untuk melepaskan afiliasinya dengan federasi tinju.
BACA JUGA:
Perintah ini menyusul sengketa antara IOC dan IBA yang sudah berlangsung sejak 2019. Masalah itu membuat IOC tercatat harus mengambil alih tinju dalam dua Olimpiade terakhir.
IBA diskors sebagai badan pengatur olahraga internasional karena punya masalah tata kelola, keuangan, wasit, dan etika. Badan tersebut kemudian dicabut statusnya oleh IOC pada Juni 2023.
Menpora mengatakan bahwa selama belum adanya federasi tinju yang baru, persiapan atlet-atlet tinju Indonesia untuk berbagai ajang berada di bawah kendali NOC Indonesia.
"Sementara NOC Indonesia tanggung jawab untuk itu dan saya akan meminta laporan secara berkala. Untuk SEA Games, Kemenpora akan melakukan swakelola bersama tenis meja dan panjat tebing," ujar Dito.
Dito juga mengonfirmasi bahwa sudah ada proses komunikasi antara NOC Indonesia dengan Pertina sebelum federasi tersebut dikeluarkan. Hal itu menyangkal pernyataan Ketua Pertina Komaruddin Simanjuntak.
Komaruddin sebelumnya menyebut bahwa keputusan NOC Indonesia mengeluarkan Pertina dari status keanggotaan dilakukan secara tiba-tiba yang membuat kaget banyak pihak dalam olahraga tinju nasional.