Bagikan:

JAKARTA - Mikel Arteta menargetkan kejayaan Liga Champions setelah merayakan malam yang paling membanggakan sebagai Manajer Arsenal pada Kamis, 17 April 2025, saat The Gunners menyingkirkan juara bertahan Real Madrid untuk mencapai semifinal pertama mereka sejak 2009.

Dalam malam yang dramatis di Santiago Bernabeu, Bukayo Saka gagal mengeksekusi penalti di babak pertama sebelum membuka skor pada menit ke-65 dengan penyelesaian apik.

Vinicius Junior menyamakan kedudukan dua menit kemudian, tetapi Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada injury time untuk memberi Arsenal kemenangan 2-1 pada malam itu dan kemenangan agregat 5-1.

Kemenangan itu menuntun The Gunners ke semifinal dua leg melawan Paris Saint-Germain mulai 29 April 2025.

"Perasaan yang kami miliki pada dasarnya adalah kenyataan. Perasaan batin yang saya miliki sebelum pertandingan bahwa saat para pemain bersemangat dan betapa siapnya, kami siap bersaing dengan siapa pun."

"Sekarang kami harus terus melakukannya karena saya pikir kami memiliki momentum. Saya pikir tujuan pekerjaan kami adalah membuat orang-orang kami bahagia."

"Mudah-mudahan, mereka merasa sangat bangga dengan para pemain dan tim. Sekarang, mari kita berusaha lebih keras," kata Arteta.

Kegagalan Saka pada menit ke-13 terjadi saat ia mencoba melakukan tendangan chip Panenka yang ditepis oleh Thibaut Courtois.

Hanya saja, Arteta tak mau mempermasalahkannya. Dia malah melemparkan candaan kepada penyerangnya itu.

"Saya tidak ingin mati, tetapi mungkin saya ingin menamparnya! Ia membuat keputusan itu, ia cukup berani untuk melakukannya."

"Saya lebih peduli dengan sisi emosionalnya, apa yang bisa dilakukannya untuk kami," ujar Arteta bercanda selepas laga.

Sementara itu, Saka pun mengecilkan kesalahan itu setelah pertandingan dan mengatakan fokusnya adalah menikmati kemenangan gemilang untuk The Gunners.

"Itu bisa saja terjadi. Saya mencoba sesuatu, tetapi tidak berhasil. Saya yakin akan mencetak gol malam ini."

"Saya belajar di setiap momen. Malam ini, saya lebih fokus menikmati kemenangan dan kemudian saya akan mengulasnya dengan benar," tutur Saka.

Terlepas dari itu, Arteta mengakui bahwa sebelum melawat ke Bernabeu, dia sempat meminta wejangan dari Manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Sebagaimana diketahui, dia masih terus menjalin hubungan kerja yang erat dengan Guardiola setelah tiga tahun di bawah asuhannya sebagai pelatih di Stadion Etihad.

"Saya meneleponnya karena saya ada di sini berkat dia. Sebagai pemain dan pelatih, dia telah menjadi inspirasi bagi saya."

"Saya menjalani empat tahun yang luar biasa bersamanya. dan Saya akan selalu berterima kasih kepadanya," kata Arteta.