JAKARTA – Pelatih ganda putri Nitya Krishinda Maheswari menyingkap alasan di balik keputusan untuk menggabungkan Apriyani Rahayu dengan Febi Setianingrum.
Apriyani/Febi dijadwalkan akan debut di BWF World Tour Super 300 Taiwan Open 2025 (6–11 Mei). Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke ajang Super 500 Thailand Open 2025 (13–18 Mei).
"Alasan Apri dipasangkan dengan Febi lebih dari segi pengalaman Apri sendiri sebagai senior dengan kualitasnya, Apri diharapkan bisa membawa Febi untuk berkembang lebih baik lagi," ujar Nitya dalam keterangan.
Apriyani sebelumnya bermain bersama dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan itu lama tidak bermain bareng sejak tampil di Olimpiade 2024 yang berlangsung di Paris, Perancis.
Mereka kemudian kembali bermain di Orleans Masters dan All England 2025 yang berlangsung pada Maret kemarin. Pasangan itu seharusnya melanjutkan perjuangan ke Swiss Open setelahnya, tetapi malah ditarik mundur oleh PBSI.
Nitya mengatakan bahwa evaluasi tim pelatih setelah dua turnamen Eropa membuat muncul alternatif Apri/Febi. Ia pun berharap Apri bisa mendongkrak Febi ke level yang lebih tinggi.
"Febi merupakan salah satu pemain yang berpotensi dengan bakat dan tipe permainan dia yang bagus dan cocok dengan tipe permainan Apri. Jadi, diharapkan mereka bisa mempunyai kualitas penampilan yang baik dan solid," kata dia.
Perombakan ini membuat Fadia kembali berduet dengan Lanny Tria Mayasari di sektor ganda putri. Selain bermain di nomor itu, Fadia juga bermain di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Fadia hanya tampil pada nomor ganda campuran di Taipei Open 2025. Dia baru main rangkap lagi di Thailand Open 2025.
Selain Apri/Febi, PBSI juga mendaftarkan satu pasangan baru untuk dua turnamen tersebut, yakni Verrell Yustin Mulia/Lisa Ayu Kusumawati. Mereka jadi racikan terbaru setelah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari kembali dipasangkan.