Bagikan:

JAKARTA - Juventus meraih kemenangan penting 1-0 atas Genoa di laga Serie A Italia di Stadion Allianz, Minggu, 30 Maret 2025 dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi debut gemilang pelatih Igor Tudor yang menggantikan Thiago Motta.

Tudor menggantikan Motta di akhir pekan lalu saat jeda kompetisi. Kekalahan memalukan 3-0 melwan Fiorentina dan sebelumnya kena hajar 4-0 saat menjamu Atalanta menjadikan Motta harus lengser.

Apalagi dalam kepemimpinan Motta, performa Juve tak kunjung membaik. Tak hanya itu, Bianconeri lebih sering memetik hasil imbang sehingga mereka kalah bersaing dengan Inter Milan dan Napoli dalam perebutan takhta klasemen.

Di Liga Champions, Juve pun sudah menyerah di babak playoff 16 besar usai disingkirkan PSV Eindhoven. Juve juga sudah tersingkir di Coppa Italia.

Tudor sendiri kembali ke Turin setelah menghabiskan kariernya sebagai pemain di Juve. Selama 10 tahun di Juve, mantan bek ini memenangi berbagai trofi. Dirinya juga menunjukkan loyalitasnya dengan tetap bertahan di Juve saat dihukum turun ke Serie B karena skandal calciopoli.

Usai pensiun dan berkarier sebagai pelatih, Tudor sesungguhnya sempat kembali ke klub lama. Dia menjadi asisten pelatih Andrea Pirlo meski hanya bertahan selama satu tahun dan kemudian diberhentikan bersama sang pelatih.

Kini, Tudor yang sebelumnya mengarsiteki Lazio dan akhirnya dipecat mengusung misi membawa Juve ke Liga Champions. Beban yang tak ringan karena saat ini Juve masih tertahan di peringkat lima.

Kemenangan atas Genoa memang belum mengubah posisi Juve dengan mengantungi poin 55. Meski demikian mereka setidaknya menjaga jarak poin dengan Bologna memperebutkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Bologna yang memiliki poin 56 menempati peringkat empat setelah menang 1-0 atas Venezia yang diperkuat bek Indonesia Jay Idzes. Sementara, Genoa masih tertahan di peringkat 12. Mereka mengantungi poin 35.

"Kami melakukan start yang bagus dan meyakinkan. Ini menjadikan kami meraih hasil yang memuaskan," kata Tudor menanggapi kemenangan perdana bersama Juve.

"Hal pertama yang patut dicatat, kami menghadapi lawan yang tidak mudah seperti Genoa. Namun kami pantas menang. Penting bagi kami mengawalinya dengan kemenangan. Apalagi pemain menunjukkan penampilan yang bagus. Ini tentu hal yang positif," ucapnya.

Juve Bermain Agresif

Di pertandingan itu, Juve sesungguhnya langsung bermain agresif dengan menekan pertahanan lawan. Namun Genoa sempat memaksa fans Juve menahan napas setelah gelandang Morten Frendrup melepaskan tendangan voli yang mengarah ke gawang. Beruntung, kiper Michele Di Gregorio melakukan penyelamatan gemilang.

Selanjutnya, Frendrup kembali mendapat peluang. Namun ancaman dia tak terlalu berbahaya sehingga tak menyulitkan Di Gregorio untuk mementahkannya.

Setelah mendapat serangan dari tim tamu, Juve mulai bermain menyerang secara intensif. Peluang pertama diperoleh pemain sayap Teun Koopmeiners.

Hanya sepakan dia masih melambung. Demikian pula upaya berikutnya dari Koopmeiners tak membuahkan hasil karena tendangannya melebar.

Berkali-kali pemain Juve mengalami kegagalan sampai akhirnya pemain muda Kenan Yildiz memecah kebuntuan di menit 25. Gol ini berawal dari aksi Yildiz yang menguasai bola dan kemudian melakukan penetrasi ke kotak penalti Genoa.

Pemain timnas Turki yang masih berusia 19 ini sempat melewati bek lawan sebelum melepaskan tendangan dari sudut yang sempit untuk menaklukkan kiper Nicola Leali.

Skor 1-0 untuk Juve. Hanya setelah gol itu, serangan tuan rumah selalu kandas. Sementara, tim asuhan Patrick Vieira juga jarang menciptakan peluang yang membahayakan gawang Juve.

Di babak kedua, situasi permainan tak berubah. Genoa mendapat peluang melalui Andrea Pinamonti. Namun tendangan voli dia masih melebar.

Sementara Juve juga tak banyak mengancam gawang Genoa. Meski ada peluang melalui Timothy Weah, namun dia gagal mengonversinya. Keunggulan 1-0 itu bertahan hingga laga usai.