JAKARTA - Chelsea bertekad untuk mempertahankan momentum positif mereka saat menjamu Leicester City yang tengah berjuang menghindari degradasi di Stamford Bridge pada Minggu 9 Maret. Pertandingan ini akan menjadi ajang reuni bagi manajer Chelsea, Enzo Maresca, dengan mantan klubnya, Leicester. Klub itu ia tinggalkan musim panas lalu untuk bergabung dengan The Blues. Maresca telah mengalahkan Leicester musim ini dengan kemenangan 2-1 dalam pertemuan pertama mereka di bulan November.
Setelah sempat bersaing dalam perburuan gelar di akhir 2024 dan nyaris naik ke puncak klasemen pada pertengahan Desember, perjuangan Chelsea di Liga Inggris, tiba-tiba mengalami penurunan drastis.
Mereka sempat menjalani lima kemenangan beruntun, tetapi hasil imbang melawan Everton menjadi awal dari rentetan hasil buruk. Dalam 11 pertandingan liga terakhir, Chelsea hanya meraih tiga kemenangan dan menelan lima kekalahan.
Namun, ada secercah harapan bagi The Blues karena tiga kemenangan itu diraih dalam tiga pertandingan kandang terakhir mereka. Cloe palmer cs. mencetak sembilan gol dalam kemenangan melawan Wolves, West Ham, dan Southampton. Jika mereka kembali menang kali ini, Maresca akan mencatatkan empat kemenangan kandang beruntun untuk pertama kalinya sejak menangani Chelsea.
Dalam perburuan tiket Liga Champions, kemenangan atas Leicester menjadi krusial. Saat performa tim-tim Inggris di kompetisi Eropa yang mengesankan, kemungkinan besar lima besar klasemen akhir akan mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan. Saat ini, Chelsea berada di peringkat kelima, tetapi hanya berjarak enam poin dari posisi ketiga hingga kesepuluh, yang membuat persaingan semakin ketat.
Selain itu, Chelsea tampil baik di ajang Eropa dengan kemenangan 2-1 atas FC Copenhagen dalam leg pertama babak 16 besar Liga Konferensi Eropa. Setelah menang 4-0 atas Southampton pekan lalu, mereka berpeluang besar untuk mencatatkan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi.
Secara head-to-head, Chelsea juga memiliki rekor apik melawan Leicester, dengan enam kemenangan dalam tujuh pertemuan terakhir. Meskipun sempat kalah dari Ipswich Town pada bulan Desember, kecil kemungkinan Chelsea akan kalah dari tim promosi dua kali dalam satu musim untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.
Leicester City dalam Situasi Genting
Sementara Chelsea berjuang untuk tetap dalam perburuan Liga Champions, Leicester tengah terpuruk di zona degradasi. Mereka hanya memenangkan satu dari 11 pertandingan terakhir di Stamford Bridge, dan kondisi mereka saat ini jauh lebih buruk dibandingkan kunjungan-kunjungan sebelumnya ke London Barat.
Kekalahan 0-4 dari Brentford dua pekan lalu membuat Leicester mencatatkan rekor sebagai tim pertama dalam sejarah Liga Inggris yang kalah enam kali beruntun di kandang tanpa mencetak satu gol pun dalam satu musim. Setelah itu, mereka kembali kalah 0-2 dari West Ham, yang semakin memperparah situasi mereka.
Jika kembali kalah dengan selisih dua gol, Leicester akan mencatatkan lima kekalahan beruntun dengan margin tersebut untuk pertama kalinya sejak 95 tahun terakhir. Hal ini akan semakin mendekatkan mereka ke jurang degradasi.
Meski tekanan besar tengah mengarah ke pelatih Ruud van Nistelrooy, manajemen tampaknya masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki situasi. Namun, dengan lawan sekelas Chelsea, tidak banyak yang bisa diharapkan dari The Foxes kecuali mereka mampu tampil mengejutkan.
Keuntungan bagi Leicester adalah tim-tim pesaing di zona degradasi juga kalah pada pekan sebelumnya, sehingga mereka masih tertinggal lima poin dari zona aman meskipun baru mengumpulkan 17 poin sepanjang musim ini.
Dalam laga ini, Chelsea akan kehilangan beberapa pemain kunci, termasuk Noni Madueke, Nicolas Jackson, dan Marc Guiu yang diperkirakan baru bisa kembali setelah jeda internasional. Sementara itu, gelandang Romeo Lavia telah kembali berlatih dan bisa kembali dalam waktu dekat.
Dalam kemenangan atas FC Copenhagen di Liga Konferensi Eropa, Chelsea menurunkan skuad yang cukup kuat, termasuk Cole Palmer yang menjalani debutnya di kompetisi Eropa. Namun, Palmer kini telah menjalani delapan laga tanpa mencetak gol dan akan berusaha mengakhiri paceklik golnya di pertandingan ini.
Salah satu kejutan dalam laga melawan Copenhagen adalah penggunaan Reece James sebagai gelandang. James tampil mengesankan dan mencetak gol pembuka dalam kemenangan tersebut. Dengan performa apiknya di posisi tersebut, Maresca mungkin akan kembali mencoba eksperimen ini, terutama karena Malo Gusto telah dinyatakan fit dan siap bermain di posisi bek kanan.
BACA JUGA:
Leicester mendapatkan kabar baik dengan pulihnya Woyo Coulibaly, yang kini siap dimainkan. Dengan demikian, Ricardo Pereira dan Abdul Fatawu menjadi satu-satunya pemain Leicester yang absen karena cedera.
Pendukung Leicester telah lama meminta agar Stephy Mavididi diberikan kesempatan bermain lebih banyak, dan pertandingan ini bisa menjadi momen baginya untuk akhirnya masuk ke dalam starting XI setelah enam pertandingan terakhir hanya bermain sebagai pemain pengganti.
Di lini belakang, rotasi bek tengah masih menjadi masalah. Dalam laga sebelumnya, Jannik Vestergaard kembali dimainkan menggantikan Caleb Okoli, tetapi setelah kekalahan lainnya, Okoli berpeluang kembali ke starting lineup.
Chelsea memiliki rekor kandang yang kuat belakangan ini dan tampil dominan di Stamford Bridge dalam beberapa laga terakhir. Dengan lini serang yang kembali tajam, The Blues memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan keempat berturut-turut di kandang mereka.
Sementara itu, Leicester terus menunjukkan performa buruk, terutama dalam pertahanan. Jika mereka tidak segera menemukan solusi, bukan tidak mungkin Chelsea akan mencetak kemenangan dengan margin besar.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea (3-4-3):
Jorgensen; Gusto, Tosin, Colwill, Cucurella; James, Enzo, Caicedo; Neto, Palmer, Nkunku
Leicester City (4-2-3-1):
Hermansen; Justin, Faes, Vestergaard, Kristiansen; Ndidi, Soumare; Buonanotte, El Khannouss, Mavididi; Vardy
Prediksi skor: Chelsea 3-0 Leicester City