JAKARTA - Arsenal gagal memaksimalkan peluang menempel ketat Liverpool setelah hanya bermain seri 2-2 melawan Aston Villa pada Minggu, 19 Januari 2025.
Sebelum laga pekan ke-22 Liga Inggris, Arsenal berjarak empat poin dari Liverpool. The Reds kemudian menang atas Brentford pada pekan tersebut, tapi The Gunners cuma meraih satu poin.
Penyerang Arsenal, Leandro Trossard, mengakui bahwa timnya tidak boleh terpeleset jika ingin mengalahkan Liverpool dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.
"Anda harus sempurna setiap musim. Selama empat atau lima musim terakhir, persaingannya sangat ketat."
"Semua orang bersaing, bukan hanya tim yang berada di puncak klasemen, semua orang menjadi lebih baik setiap musim sehingga persaingannya semakin ketat."
"Anda harus berada di penampilan terbaik setiap pertandingan. Sulit, tetapi kami hanya perlu terus percaya dan menjadi diri sendiri, maka kami dapat mencapai sesuatu," kata Trossard kepada Sky Sports.
BACA JUGA:
Arsenal sejatinya punya kesempatan emas memasuki pergantian tahun. Soalnya, Liverpool hanya mengemas dua poin dari dua laga Liga Inggris pada awal 2025.
Andai The Gunners menyapu bersih dua laga awal 2025 dengan kemenangan, selisih mereka cuma dua poin saja dari The Reds.
Sayangnya, anak asuh Mikel Arteta cuma mengemas empat poin sehingga jarak dengan Liverpool menjadi empat poin sebelum pekan ke-22 Liga Inggris.
Lebih parah lagi, selepas hasil seri melawan Aston Villa, Arsenal malah gagal menjaga jarak empat poin. Kini, mereka berselisih enam poin dari Liverpool yang membuat langkah mereka menjadi juara liga kian terjal.
Terlebih, masalah cedera, khususnya di lini depan, juga menjadi salah satu faktor yang membuat The Gunners sulit konsisten.
Gabriel Jesus mengalami cedera ACL baru-baru ini dan bergabung Bukayo Saka di pinggir lapangan.
"Cedera tersebut merupakan pukulan besar bagi kami. Kami tahu apa yang telah ditunjukkan Bukayo (Saka) untuk klub dan Gabriel Jesus sedang dalam performa yang bagus. Cedera-cedera itu adalah nasib buruk."
"Kami berharap kami bisa siap sementara ini. Kami harus mengubah beberapa hal karena cedera sehingga setiap orang mendapat kesempatan," tutur Trossard.
Selain cedera, Arsenal dianggap hanya bisa mengandalkan bola mati untuk mencetak gol. Cara itu menuai kritik, khususnya dari suporter, lantaran mereka tidak variatif dalam mencetak gol.
Namun, menurut Trossard, justru skema itu tetap harus dipertahankan sambil mencari cara lain lewan permainan terbuka untuk mencetak gol agar tidak terlalu bergantung set-piece.
Arsenal telah mempertahankan ancaman dari bola mati dan berdiri sendiri sebagai tim yang paling efektif menggunakan tendangan sudut.
"Itu adalah bagian dari permainan kami yang sangat kami kuasai. Kami ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk bola mati."
"Kami telah menunjukkan konsistensi selama beberapa tahun terakhir dan di situlah Anda dapat menentukan hasil pertandingan."
"Itu bagian besar dari permainan kami, tetapi itu bukan satu-satunya bagian. Kami juga dapat mencetak gol dari permainan terbuka."
"Saya tidak berpikir ada ketergantungan berlebihan pada tendangan sudut. Sudut pandang dari luar akan seperti itu karena kami telah banyak mencetak gol (dari bola mati)."
"Namun, tidak ada dalam pikiran kami untuk mengatakan bahwa kami hanya dapat mencetak gol dari bola mati. Itu hanya alat tambahan bagi kami untuk memenangi pertandingan."
"Saya pikir semua orang di liga menginginkan ini. Kami sangat senang dengan ini, tentu saja, kami dapat mencetak lebih banyak gol. Namun, pada akhirnya, Anda harus senang ketika Anda menang di Liga Inggris," katanya.
Trossard tak asal bicara. Dia membuktikan bahwa dua gol Arsenal melawan Aston Villa berasal dari permainan terbukan.
Menariknya, dua gol itu berasal dari assist pemain asal Belgia tersebut melalui umpan silang, yang disambut Gabriel Martinelli dan Kai Havertz.
Semenjak beberapa penyerang menepi akibat cedera, Trossard menjadi kepercayaan Mikel Arteta. Tahun ini, dia sudah bermain tiga kali sebagai starter di Liga Inggris. Dua di antaranya bermain penuh dan menghasilkan satu gol dan dua assist.
"Tentu saja, saya selalu senang (untuk mengisi posisi di depan). Saya selalu siap bermain di posisi apa pun di lapangan," tutur Trossard.