JAKARTA - BTS memilih Gwanghwamun Square sebagai lokasi sakral untuk menandai peluncuran album studio kelima mereka yang bertajuk “ARIRANG”.
Keputusan tersebut bukan sekadar urusan estetika panggung, melainkan sebuah pernyataan mendalam tentang identitas dan sejarah bangsa Korea.
Adapun konser luar ruangan bertajuk BTS THE COMEBACK LIVE - ARIRANG itu dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret mendatang.
Menariknya, perhelatan besar ini akan dibuka secara gratis untuk umum. BigHit Music menegaskan, pemilihan lokasi selaras dengan esensi album baru mereka yang menggali akar jati diri BTS sebagai musisi yang tumbuh dan besar di tanah Korea.
"Album ini menangkap identitas BTS sebagai grup yang memulai segalanya di Korea," ungkap pihak agensi, dikutip Billboard Korea, Selasa, 16 Maret.
Gwanghwamun Square bukan sekadar landmark turis. Sejak era Dinasti Joseon, wilayah ini adalah jantung administratif tempat badan yudisial dan kementerian menjalankan roda pemerintahan tepat di depan istana kerajaan.
Dalam rencana pertunjukannya, ketujuh member BTS akan melakukan prosesi simbolis: muncul dari dalam Istana Gyeongbokgung, melewati Gerbang Gwanghwamun, hingga akhirnya tiba di panggung utama di sisi utara alun-alun. Jalur ini merefleksikan perjalanan transformatif dari masa lalu kerajaan menuju ruang publik modern yang demokratis.
BACA JUGA:
Dalam sejarahnya, alun-alun tersebut telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa besar, mulai dari Gerakan Kemerdekaan 1 Maret 1919, euforia Piala Dunia 2002, hingga aksi protes lilin yang bersejarah.
Gwanghwamun adalah ruang di mana perlawanan, duka, dan solidaritas nasional bersatu tanpa memandang ideologi. Dengan memilih tempat ini, BTS seolah menempatkan narasi musik mereka dalam kontinuum sejarah kolektif masyarakat Korea.
Pesan persatuan juga terpancar kuat dalam materi promosi. Dalam sebuah teaser konser, para anggota memberikan pernyataan emosional yang menguatkan penggemar. "Tujuh orang bersama-sama, kita bisa melakukan apa saja. Teruslah maju," ujar mereka.
Penggunaan judul “ARIRANG”— yang diambil dari lagu rakyat paling ikonik di Korea—semakin mempertegas bahwa comeback kali ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang mereka bawa ke panggung dunia.
Melalui akses konser gratis, BTS mendobrak eksklusivitas fandom dan merangkul publik luas, persis seperti fungsi Gwanghwamun sebagai panggung terbuka bagi setiap generasi. Di sini, sejarah lama dan budaya pop modern akan melebur menjadi satu saat nada pertama “ARIRANG” dikumandangkan di bawah langit Seoul.