Bagikan:

JAKARTA - myBCA International Java Jazz Festival (JJF) 2026 dipastikan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 pada 29 - 31 Mai mendatang.

Dewi Gontha, Direktur Utama PT Java Festival Production selaku penyelenggara, mengatakan bahwa pihaknya menyadari berpindahnya lokasi (venue) acara ke NICE PIK 2 menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penonton.

Namun di balik banyaknya pertanyaan, Dewi ingin memastikan, gelaran tahun ini akan mengeksplorasi banyak hal, mengingat venue baru yang digunakan jauh lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti yang sudah diketahui, tahun ini kita pindah ke NICE. Ini sebuah move (langkah) yang sangat besar dan memang harus kita lakukan, untuk kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, untuk kita bisa mengeksplor space (ruang) yang lebih besar,” kata Dewi dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret.

Bukan hanya pertunjukan musik, nantinya JJF akan memanfaatkan luasnya venue dengan berbagai aktivasi lain yang bisa dinikmati penonton yang datang.

“Banyak hal-hal di Java Jazz besok yang juga kita tampilkan yang bukan hanya musik. Kenapa kita membuat itu? Karena mendadak kita punya ruang untuk mengajak pihak ketiga,” ujar Dewi. “Contohnya kita ada kerja sama dengan Museum of Toys dimana kita akan hadirkan sebuah kompetisi mendesain, yang bekerjasama juga dengan PHR (Records).”

Di samping itu, Dewi juga menanggapi beberapa keluhan yang menganggap venue tahun ini berjarak lebih jauh dari pusat kota Jakarta, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Banyak hal-hal yang nanti pasti dipertanyakan terkait dengan bagaimana sampai ke sana dan lain-lain. Sejujurnya kalau saya boleh jelasin sedikit, ini semua sudah kita pikirkan. Kita sudah kerja sama dengan BBG (Bluebird Group) untuk mengadakan shuttle, walaupun limited tapi ada. Kita juga kerja sama dengan TransJakarta yang akan menyediakan shuttle,” tutur Dewi.

“Kita juga sudah tahu bahwa ada commuter line yang bisa sampai ke bandara (Soekarno Hatta), lalu kita sekarang lagi approach pihak ketiga untuk (menyediakan) shuttle dari commuter line yang di bandara untuk bisa ke venue,” tambah Dewi. “Jadi ini semua kita dengar. Komentar teman-teman yang ada di sosial media, kita juga mencoba mencarikan solusinya. Harusnya ini menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan.”

Sejauh ini, JJF 2026 juga sudah mengumumkan deretan lineup yang dipastikan tampil di venue baru. Tiga special show yang dihadirkan adalah Jon Batiste, Ella Mai, dan wave to earth.

Penampil internasional lain yang juga sudah dikonfirmasi, antara lain Dave Koz & the Summer Horns, Lisa Simone, Thee Sacred Soul, Close Counters, Billyrrom, Niko Niko Tan Tan, Citrus Sun, Justin Lee Schultz, JustKing Jones, Yufu, Earth Wind & Fire Experience by Al McKay, Incognito, dan lainnya.

Sementara, penampil dari dalam negeri ada Slank, RAN, Bilal Indrajaya, Ziva Magnolya, Wijaya 80, The Groove feat. Tiara Effendy, Rafi Sudirman feat. Rara Sudirman, dan masih banyak lagi.

Adapun lineup lebih lanjut dan aktivasi lain yang juga dihadirkan dalam myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan diinformasikan secara bertahap.