JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan atas rencana Borobudur Symphony Festival, pertunjukan yang ingin memadukan musikal, seni tradisi, serta kolaborasi budaya Nusantara dan Asia Tenggara di kawasan Candi Borobudur. Namun, dukungan itu tidak diberikan tanpa batas. Borobudur, kata Fadli, tetap harus dijaga sebagai situs warisan budaya.
Sikap itu disampaikan Fadli saat menerima audiensi Yayasan Prajnaparamita di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 10 Maret. Yayasan ini dikenal lewat pementasan Siddharta The Musical dan Guan Yin The Musical.
Koordinator Pergelaran Markus R.A. Prasetyo mengatakan festival itu disiapkan sebagai ruang perjumpaan budaya melalui seni pertunjukan. Menurutnya, Borobudur bukan hanya warisan dunia, tetapi juga bisa menjadi panggung yang mempertemukan tradisi lokal dengan pertunjukan berkelas internasional.
Ia menyebut budaya yang hidup di sekitar Borobudur dan Magelang juga ingin dihadirkan dalam festival tersebut. “Kami ingin menyampaikan nilai-nilai universal dan nilai kebaikan melalui kesenian, sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal dalam satu panggung di Borobudur,” ujar Markus.
BACA JUGA:
Sementara, Wakil Koordinator Pergelaran Siddharta The Musical, Tina A. Djakaria, menegaskan festival ini tidak disusun sekadar memindahkan pertunjukan dari Jakarta ke Borobudur. Konsepnya dibangun dengan empat dasar yaitu tepat tujuan, tepat sasaran, tepat konsep, dan tepat anggaran.
Festival itu dirancang memadukan tiga unsur. Pertama, kearifan lokal Borobudur dan Magelang lewat pelibatan sanggar tari setempat dengan pertunjukan yang terinspirasi dari relief Borobudur. Kedua, keberagaman budaya Nusantara melalui musisi dan seniman musik etnik dari berbagai daerah. Ketiga, persaudaraan budaya Asia Tenggara lewat pementasan Siddharta The Musical karya Asia Musical Productions Malaysia.
Fadli menyambut baik gagasan itu. Menurutnya, kegiatan seni budaya semacam ini bisa ikut menghidupkan aset budaya nasional agar makin dikenal publik. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti Siddharta The Musical. Apalagi sebelumnya juga sudah dipentaskan dengan sangat baik di Jakarta,” kata Fadli.
Meski begitu, Fadli mengingatkan pelaksanaan acara di kawasan Borobudur wajib mengikuti ketentuan yang berlaku, mulai dari tata suara, lokasi, hingga pengelolaan kawasan. “Kami terbuka terhadap berbagai kegiatan seni budaya di Borobudur, sepanjang dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait dan tetap memperhatikan prinsip pelestarian kawasan,” ujarnya.