JAKARTA - Red Hot Chili Peppers (RHCP) memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak akan membiarkan penggemar menunggu lama untuk karya terbaru.
Setelah merilis dua album sekaligus pada 2022, “Unlimited Love” dan “Return of the Dream Canteen”, band yang digawangi Anthony Kiedis (vokal), Flea (bass), John Frusciante (gitar), dan Chad Smith (drum) itu dilaporkan tengah sibuk di dapur rekaman.
Kabar ini pertama kali diembuskan oleh sang pembetot bass, Flea, yang mengungkap bahwa dirinya dan Frusciante telah menghabiskan waktu secara intens di studio pribadi milik sang gitaris.
Flea mengatakan, proses kreatif kali ini masih mengejar percikan magis yang selama ini menjadi identitas unik RHCP dalam kancah musik dunia.
"Kami telah menulis dan merekam di tempat John, dan musiknya terasa sangat luar biasa,” kata Flea dalam wawancara terbaru dengan Mojo.
“Begitu kami mulai bermain, ini semua tentang menemukan alunan groove yang ajaib dan melakukannya dengan benar," sambungnya.
Musisi bernama asli Michael Peter Balzary itu juga merefleksikan dinamika internal band yang telah bertahan selama puluhan tahun.
BACA JUGA:
Menurutnya, bekerja dalam format band jauh lebih kompleks dibandingkan proyek solonya, Honora, yang dijadwalkan rilis Maret mendatang.
Flea mengibaratkan hubungan antarpersonel RHCP layaknya sebuah komitmen pernikahan yang melibatkan empat kepala dengan ego masing-masing.
"Ini seperti berada dalam pernikahan dengan empat orang. Hal itu selalu bergeser, selalu menyajikan hal-hal baru untuk dihadapi. Ego tidak bisa dihindari—ego saya sama besar dan rapuhnya dengan milik siapa pun—tapi itu adalah bagian dari diri saya. Ini hidup, indah, dan terus berubah bentuk," tuturnya.
Di samping gairah pengerjaan album baru, RHCP juga sempat mengeluarkan pernyataan tegas terkait perilisan dokumenter Netflix berjudul The Rise of the Red Hot Chili Peppers. Film tersebut menyoroti kisah eks gitaris mereka, Hillel Slovak, yang meninggal dunia akibat overdosis heroin pada 1988 di usia 26 tahun.