Bagikan:

JAKARTA - Ribuan penikmat musik rock tampak begitu menikmati penampilan Bryan Adams dalam konser “Roll with the Punches” yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta pada Selasa, 3 Februari malam.

Dikarenakan konser yang dipromotori Rajawali Indonesia ini berlangsung di hari kerja, Bryan Adams baru muncul di hadapan penonton pukul 21.15 WIB, setelah sebelumnya dibuka penampilan Rony Parulian dan Ari Lasso.

Ketika penonton mengarahkan mata ke arah panggung, Bryan Adams dengan gitar akustiknya justru muncul di kerumunan penonton. “Can't Stop This Thing We Started” ditampilkan sebagai pembuka repertoar.

Sontak seisi BCIS menjadi riuh dengan teriakan penonton setelah kemunculan penyanyi-penulis lagu asal Kanada itu. Mereka bahkan tak mampu menahan untuk bernyanyi bersama saat “Straight From the Heart” dibawakan.

Setelah dua lagu, Adams menuju ke panggung utama. Kick Ass”, “Run to You”, dan “Somebody” dibawakan secara berurut. Kemudian, ‘Roll with the Punches” dihadirkan, beriringan dengan balon raksasa berbentuk sarung tinju yang muncul di hadapan penonton secara tiba-tiba .

“Sudah lama sekali sejak terakhir kali kami tampil di sini. Dan kami senang sekali akhirnya bisa kembali,” kata Bryan Adams saat menyapa penonton.

Adams tampil lebih dari dua jam lamanya, dengan sekitar 28 lagu dibawakan di atas panggung. Tentunya sorotan utama muncul saat lagu-lagu favorit dibawakan, sebut saja “Please Forgive Me” dan “Heaven”.

Tak seorangpun dari mereka yang berada di barisam penonton mampu menahan diri untuk tidak bernyanyi. Para penggemar tampak begitu menikmati sajian di atas panggung, sambil sesekali mengabadikan momen lewat ponsel.

Di usianya yang sudah 66 tahun, Bryan Adams tampil dengan kondisi terbaik. Karakter vokalnya yang begitu khas masih begitu terasa di setiap lagu.

Pertunjukan malam itu begitu mengalir, hingga tak terasa, “(Everything I Do) I Do It For You” dilantunkan—membuat kerumunan penonton menjadi paduan suara yang begitu kompak.

“Back to You”, “Summer of '69”, “Cuts Like a Knife”, dan “All for Love” dibawakan berurutan sebagai repertoar penutup. Tensi di atas panggung masih sama, begitu juga di barisan penonton yang masih setia dan belum ingin kembali ke rumah.

Dalam pertunjukan ini, Bryan Adams bukan satu-satunya sorotan. Keith Scott, gitaris yang sudah lama bermain dengan Adams, berhasil memukau banyak penggemar, setiap ia memainkan bagian solonya.