Bagikan:

JAKARTA - Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air setelah salah satu pendiri sekaligus vokalis Element, Lucky Widja, meninggal dunia pada Minggu, 25 Januari kemarin lusa.

Kepergian Lucky meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya yang telah bersama-sama membangun karier musik lebih dari 27 tahun lalu.

Meski raganya kini telah tiada, para personel Element tersisa berkomitmen untuk terus menjaga api semangat dan warisan yang telah diletakkan oleh almarhum, terutama dalam membawa band ini tetap relevan di era digital.

Gitaris Element, Adhitya Pratama, mengungkapkan bahwa Lucky bukan sekadar rekan bermusik, melainkan sosok visioner yang berhasil menyelamatkan roda bisnis Element sejak band ini memutuskan untuk bergerak secara mandiri pada 2014.

Di saat industri musik bertransformasi ke arah digital, Lucky menjadi salah satu otak di balik sistem manajemen yang membuat aset dan keuangan Element tetap terjaga dengan rapi.

"Lucky itu seseorang yang sangat rapi. Mungkin kalau tidak ada Lucky, roda bisnis Element tidak bisa bertahan sampai hari ini. Dia bersama Arya membuat sistem manajemen sehingga secara digital rapi, secara keuangan rapi, dan secara aset terjaga,” ujar Adhitya kepada awak media setelah prosesi pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin, 26 Januari.

“Apa yang dia lakukan memang dicurahkan untuk kebersamaan, bukan hanya untuk dirinya sendiri," sambung sang gitaris.

Lebih lanjut, Adhitya menceritakan bagaimana Lucky tetap berjuang di tengah kondisi kesehatannya yang menurun selama dua tahun terakhir. Lucky diketahui mengidap penyakit yang mengharuskannya menjalani perawatan medis intensif, termasuk cuci darah.

Namun bagi Element, panggung adalah obat terbaik bagi sang vokalis. Hal inilah yang membuat mereka memilih untuk merahasiakan kondisi Lucky demi menjaga kondisi psikis dan profesionalitas almarhum di hadapan penggemar.

"Salah satu alasan dia bisa bertahan dua tahun terakhir ini adalah karena dia bahagia. Manggung itu membuatnya bahagia. Kita sebagai teman di circle-nya berusaha membuat luar tetap melihat semua baik-baik saja. Kami menjaga psikisnya agar imunnya terjaga," tambah Aditya.

Kepergian Lucky terjadi di saat Element tengah mempersiapkan album baru. Sejak September tahun lalu, band ini telah merilis tiga single baru sebagai pembuka.

Arya yang juga gitaris Element, mengenang Lucky sebagai sosok yang menolak Element hanya menjadi band nostalgia. Lucky adalah orang yang paling vokal dalam mendorong rekan-rekannya untuk terus melahirkan karya baru agar tetap dinamis di tengah perubahan industri musik Indonesia.

"Lucky itu tipe orang yang selalu punya mimpi dan semangat untuk mewujudkannya. Dia yang selalu mengingatkan kami untuk terus bertahan dan berjuang. Dia bilang, 'Kalau mau eksis, kamu harus tetap rilis sesuatu yang baru, harus peka terhadap perubahan industri'. Semangat itulah yang membuat Element tetap eksis sampai hari ini," tutur Arya.

Kini, dengan kepergian Lucky Widja, Element berjanji akan merampungkan proyek album baru tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang sahabat.

"Semangatnya insya Allah akan selalu kita jaga. Ini justru membuat kita yang tersisa sekarang semakin bertanggungjawab untuk menjaga warisan baik yang bisa dinikmati banyak orang," pungkas Adhitya.