JAKARTA - Bassis Guns N' Roses, Duff McKagan, membagikan kisah personal mengenai awal mula ketertarikannya yang mendalam terhadap dunia musik.
Musisi yang dikenal lewat dentuman bassnya itu mengakui, salah satu motivasi terbesarnya untuk menjadi musisi profesional berawal dari sebuah mimpi unik di masa remaja, di mana ia membayangkan dirinya menjadi sosok "Godfather of Punk", Iggy Pop.
"Saya bermimpi menjadi Iggy ketika saya berusia 12 atau 13 tahun," kat McKagan dalam wawancara terbaru dengan Mojo.
McKagan pun menceritakan detail mimpinya, di mana ia berada di atas panggung di sebuah ruang bawah tanah gereja, berguling-guling, meluapkan seluruh emosinya, dan merasa sangat berdaya.
Menurutnya, mimpi itu benar-benar mewarnai intensitasnya yang tengah berkembang untuk menjadikan musik sebagai jalan hidupnya.
Selain pengaruh dari alam bawah sadar, perkembangan musikalitas McKagan juga dibentuk oleh rilisan fisik. Album pertama yang ia beli adalah “Alive!” milik Kiss.
McKagan mengenang bagaimana sampul album tersebut memukau pikirannya yang saat itu masih berusia 12 tahun.
Struktur lagu tiga akor dalam album itu pula yang akhirnya menuntun langkahnya menuju genre punk rock hanya dalam waktu setahun.
BACA JUGA:
Ia menilai, ritme dalam lagu seperti “Strutter” atau “Firehouse” memiliki benang merah yang sangat dekat dengan lagu “Bodies” milik Sex Pistols.
Meski sulit memilih satu album favorit sepanjang masa karena selera musiknya yang luas—mulai dari Motorhead, Led Zeppelin, hingga Prince—McKagan menyebutkan beberapa rilisan yang rutin ia dengarkan bersama keluarga.
Album “Sound Of Silver” dari LCD Soundsystem disebutnya sebagai album pesta keluarga McKagan, bahkan mereka sempat menonton grup tersebut bersama-sama di Coachella.
Untuk suasana yang lebih tenang, McKagan memilih karya mendiang Mark Lanegan, “Whiskey For The Holy Ghost”, sebagai teman di Minggu pagi.
"Semua orang akan merasa lebih baik jika memulai hari mereka dengan lagu ‘The River Rise’. Suara Mark menyelimuti ruangan saat Anda mendengarkan rekaman ini dan semuanya terasa benar di dunia ini," pungkasnya.