Bagikan:

JAKARTA - Dominic Harrison atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Yungblud, memberikan pembelaan tajam terhadap eksistensi musik rock di era modern.

Saat menjadi tamu dalam episode terbaru The Howard Stern Show, Yungblud secara tegas menepis anggapan bahwa musik rock telah mati, sembari memberikan kredit kepada sejumlah band yang ia anggap sebagai penjaga nyala api rock saat ini.

Adapun, pembicaraan mengenai musik rock bermula ketika Stern mengungkapkan kegelisahannya mengenai nasib musik rock.

"Akhir-akhir ini aku merasa musik rock sudah mati, dan itu membuatku sedih karena aku sangat mencintai musik rock n' roll," kata Stern, dikutip NME, Kamis, 18 Desember.

Namun, pandangan pesimis tersebut langsung dipatahkan oleh Yungblud, yang menilai bahwa musik rock memiliki nilai sakral yang sering kali baru diapresiasi sepenuhnya di masa depan.

Menurutnya, skeptisisme terhadap perkembangan rock sering kali datang dari sentimen antargenerasi, di mana para orang tua cenderung menolak band baru hanya karena tidak terdengar seperti band yang mereka kenal di masa kecil.

Musisi 28 tahun itu menekankan, kebangkitan rock saat ini tidak bertumpu pada satu sosok penyelamat saja. Ia menyebut bahwa membebankan tanggung jawab "menyelamatkan rock n' roll" pada satu orang adalah omong kosong. Baginya, ekosistem rock saat ini sangat luas dan merata di berbagai subgenre.

"Saat ini semuanya bergerak secara menyeluruh. Di lini hardcore ada Knocked Loose dan Turnstile, di ranah punk ada Amyl & The Sniffers dan Lambrini Girls, sementara di jalur indie ada Fontaines D.C., Geese, dan Wunderhorse," ujar Yungblud.

Upaya pelantun “parents” untuk menjaga relevansi rock juga dituangkan dalam ambisi artistiknya melalui album ganda terbaru, “Idols”. Ia mengaku ingin menghadirkan nuansa teater, kecakapan pertunjukan, dan petualangan dengan gaya tahun 2025.

Langkah ini dianggapnya sebagai risiko besar, terutama saat ia menyodorkan lagu berdurasi sembilan menit sebagai single utama kepada label rekamannya.

"Label itu langsung pucat pasi. Tapi kami berada di posisi di mana kami memiliki komunitas, budaya, dan basis penggemar yang akan berjalan bersama kami," tuturnya.

Keberanian Yungblud terbukti membuahkan hasil lewat pengakuan industri. Bagian pertama dari album “Idols” sukses masuk dalam nominasi Best Rock Album di Grammy Awards 2026, sementara lagu "Zombie" juga bersaing memperebutkan gelar Best Rock Song. Selain itu, penampilannya membawakan lagu "Changes" milik Black Sabbath di konser perpisahan Ozzy Osbourne turut dinominasikan untuk Best Rock Performance.