Bagikan:

JAKARTA - Kolaborasi antara Rosé dan Bruno Mars dalam single "APT." telah menggebrak jagat musik global.

Namun, di balik kesuksesan yang membawa Mars menyandang julukan baru sebagai "APT. guy", Rosé mengungkap bahwa proses kreatif, terutama saat menggarap video musik, dipenuhi ide-ide gila yang sempat membuatnya ragu.

Pada proses pembuatan video musik "APT.", member Blackpink itu mengaku terkejut dengan pola pikir kreatif Mars. Ia kerap melontarkan ide, dan Mars akan membalas dengan hal-hal yang dianggapnya konyol dan tidak serius.

"Dia akan mengatakan hal-hal konyol ini, dan aku tidak berpikir dia serius," kata Rosé dalam wawancara terbaru dengan Billboard.

"Aku benar-benar terkejut melihat cara kerja otak Bruno. Aku jadi sangat gugup, tetapi saat melihat kembali semuanya, 'Tunggu, setiap detail kecil adalah lelucon yang kami buat sepanjang proses.’ Sungguh menyenangkan melihat semuanya terwujud,” sambungnya.

Salah satu ide yang paling Rosé ragukan adalah permintaan Mars untuk mengenakan kacamata besar berbentuk bintang.

"Di pesan teks dia bilang, 'Rosie, kita harus pakai kacamata bintang besar ini,' dan aku ingat membalas, 'Hentikan.' Dan dia serius sepanjang waktu. Sungguh gila," ungkap Rosé, yang kala itu sempat khawatir akan terlihat ane.”

"Kau terus berkata, 'Kau akan membuatku terlihat cantik, kan?' 'Kau tidak akan membuatku terlihat seperti orang bodoh, kan?'" sambung Mars, menirukan Rosé.

Perdebatan kreatif juga terjadi saat menggarap lagu lain, "Number One Girl”, di mana Mars turut menjadi co-writer dan co-producer.

Video musik "APT." sendiri ternyata menyimpan cerita di balik layar. Rosé mengaku syuting tersebut adalah yang paling menyenangkan.

"Aku pulang dan bangun keesokan harinya dengan sakit perut karena terlalu banyak tertawa sepanjang video," katanya.

Namun, Mars mengungkapkan adanya "perang sunyi" di lokasi syuting dengan rekannya, Daniel Ramos, yang menjadi sutradara.

"Kami berada di bawah tekanan besar karena kehabisan waktu. Pada dasarnya, kami melakukan seluruh video musik ini dalam gerakan lambat," tutur Mars.

Kondisi tersebut memaksa mereka mengulang lagu berulang kali, menyanyikannya dengan tempo lambat selama berjam-jam, sementara tim dan kru mulai khawatir karena lagu tersebut bahkan belum dirilis.

"Sangat menyenangkan, tetapi ada banyak kepercayaan yang dibutuhkan," kata Mars, memuji kepercayaan Rosé di tengah kekacauan itu.

Lebih lanjut, salah satu hasil dari kolaborasi ini adalah bagaimana Rosé, menurut Mars, telah mengubah statusnya di Korea Selatan. Mars mengaku dirinya diperlakukan sedikit berbeda di Negeri Ginseng.

"Aku sangat tertarik pada lagu itu karena ada bagian dari budaya Korea, dan menurutku itu ajaib," ujar Mars.

Mars melihat "APT." sebagai fenomena budaya yang setara dengan "Gangnam Style" karya PSY. "Rosie adalah pertama kalinya kita melihat ini. Terakhir kali kita melihat efek seperti ini adalah 'Gangnam Style'," tambahnya. "Ini adalah pelajaran, rock star-ness dari hal itu. Ini yang kami lakukan, begini cara kami bicara, begini penampilan kami, begini cara kami menari di sini—dan lihat aku menyapu seluruh bangsa dengan ini."

Bagi Mars, bagian yang paling ia nikmati adalah melihat Rosé memperkenalkan budayanya kepada orang-orang yang belum mengenalnya, termasuk dirinya sendiri.

"Itu adalah keajaiban untuk disaksikan. Ini adalah pengingat bahwa jika tidak terasa seperti itu, mungkin kau tidak melakukan sesuatu dengan benar," pungkas Mars.