JAKARTA - Ikon Britpop, Oasis, baru saja merampungkan rangkaian tur reuni bersejarah mereka, Live ’25. Setelah 16 tahun absen, duo Gallagher bersaudara memulai perjalanan monumental mereka di Inggris dan menutupnya di São Paulo, Brasil.
Selama 142 hari, mereka sukses menggelar 41 pertunjukan akbar. Kini, Christian Madden, pemain kibor untuk tur reuni Oasis, membagikan ceritanya tentang suasana di belakang panggung.
Dalam unggahan di Substack pribadinya, Madden membagikan sudut pandangnya, dengan menyorot sikap rendah hati Liam dan Noel Gallagher, meskipun keduanya adalah sosok yang begitu terkenal.
Ia mengatakan bahwa setahun terakhir bersama Oasis dipenuhi dengan pengalaman yang tak terlupakan.
Madden secara khusus juga menjawab pertanyaan yang paling sering dilontarkan penggemar, yakni mengenai hubungan Liam dan Noel.
"Apakah mereka benar-benar akur? Ya, mereka akur," tulis Madden, dikutip NME, Senin, 1 Desember.
"Itu tidak berlebihan, seperti orang-orang yang benar-benar hangat setelah saling memaafkan dan mulai bergerak maju secara tentatif,” tambahnya. “Apa yang Anda lihat adalah nyata."
BACA JUGA:
Apa yang dinyatakan Madden menegaskan bahwa reuni Oasis kali ini memang didasari oleh niat baik dan pemulihan hubungan personal antara kedua bersaudara.
Madden juga ditanya mengenai pertunjukan terbaik dan kota dengan penonton terheboh selama rangkaian tur tersebut. Meskipun menyebut semua penampilan brilian dan penontonnya luar biasa, ia menunjuk satu malam yang paling membekas.
"Setiap konser di Amerika Selatan luar biasa. Tapi itu adalah Buenos Aires, malam kedua," kenangnya. "Penonton itu harus menunggu satu jam karena pemeriksaan keamanan, mereka benar-benar ‘meledak’ ketika waktu mereka tiba."
Kisah dari Madden ini mengonfirmasi bahwa energi besar yang dirasakan oleh penggemar juga didukung oleh suasana positif yang tercipta di balik panggung.