JAKARTA - Meski bukan band Indonesia pertama yang “meninggalkan” Spotify, keputusan Seringai menarik katalog musiknya dari platform tersebut telah menarik perhatian publik penikmat musik Tanah Air.
Seperti diketahui, keputusan tersebut membuat lagu-lagu Seringai tidak dapat ditemukan di Spotify. Hanya dua lagu tersisa, “Satu Sisi Dan Menyerang” dan “Lencana”, yang merupakan soundtrack film “12:00 A.M.” (2005).
Adapun alasan di balik keputusan tersebut adalah kontroversi yang melibatkan CEO Spotify, Daniel Ek, yang disebut mendukung pengembangan militer oleh perusahaan investasinya, yang digunakan untuk genosida di Palestina.
Pertanyaan utama dari keputusan tersebut adalah: sampai kapan Seringai akan melakukan aksi “boikot” ini?
Sampai saat ini, Wendi Putranto selaku manajer Seringai mengatakan, Arian cs bahkan tidak berencana mendistribusikan album mendatang ke platform yang berbasis di AS itu.
BACA JUGA:
"Sejauh ini hasil pembicaraan dengan band, members Seringai tidak ada rencana untuk distribusi kembali ke Spotify,” kata Wendi melalui pesan singkat kepada awak media, Kamis, 16 Oktober.
“Termasuk ketika album terbaru kami dirilis nantinya," tambah Wendi.
Ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan Seringai kembali jika Ek mengakhiri kerja sama dengan perusahaan pengembang militer, Wendi memilih tidak ingin keputusan tersebut didasarkan pada asumsi.
"Saya tidak ingin berandai-andai dulu. Sekarang fokus menjalankan amanat Seringai untuk mundur dari Spotify saja," pungkas Wendi.