Bagikan:

JAKARTA - Monita Tahalea melihat adanya hal positif dari perdebatan di media sosial mengenai festival musik jazz yang kurang memberi ruang musisi jazz untuk tampil alias kurang nge-jazz.

Seperti diketahui, perdebatan ini dimulai dengan pernyataan Indra Lesmana yang mengkritik promotor yang menyelenggarakan festival musik jazz namun justru memberi porsi besar untuk genre lain (pop) ketimbang musisi jazz.

Meski Indra tidak menyebut nama, publik berasumsi bahwa kritikan itu ditujukan untuk Prambanan Jazz yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia.

Pernyataan Indra disambut Anas Alimi, yang berargumen bahwa keputusan menghadirkan nama-nama beken dari ranah musik populer dikarenakan Prambanan Jazz yang harus tetap bertahan. Ia pun memberi contoh beberapa festival musik jazz dunia yang juga menghadirkan line up di luar musisi jazz.

Perbedaan dua pandangan itu menarik perhatian beberapa musisi besar, khususnya mereka yang dekat dengan musik jazz, yaitu Dewa Budjana dan Sri Hanuraga.

Menanggapi sorotan terhadap festival musik jazz, Monita mengatakan, perdebatan yang ada justru baik untuk membuat lebih banyak orang peduli dengan keberlangsungan musik jazz di Indonesia.

“Buat saya, apa yang kemarin dibahas justru membuka cakrawala baru. Orang-Orang menjadi semakin peduli,” kata Monita, ditemui usai penampilannya dalam BRI Jazz Gunung Series 2 Bromo di Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, akhir pekan lalu.

Bagi Monita, permasalahan tersebut juga harus dipertanyakan kepada para musisi yang tampil. Pasalnya, mereka lah yang menerima tawaran untuk tampil dalam gelaran dengan membawa citra jazz.

“Penampilnya pun harus lebih peduli. Karena diundang di acara yang bertajuk genre tertentu, berarti memang harus menyesuaikan,” ujar penyanyi 37 tahun itu.

Monita berharap diskusi di media sosial dapat menghasilkan kesepakatan yang baik, di mana setiap pihak jadi lebih memiliki integritas dalam menjalani pekerjaannya.

Jadi, menurut saya itu diskusi yang baik, karena akhirnya jadi melek semua, dan orang-orang akhirnya balik lagi harus punya integritas kalau mau membuat sesuatu, entah penyelenggaranya dan penyanyinya juga,” pungkasnya.