Bagikan:

JAKARTA - “Kembalikan Baliku” bukan hanya judul lagu populer di era 1980-an yang diciptakan oleh Guruh Soekarnoputra. Kembalikan Baliku juga bertransformasi sebagai gerakan budaya yang didirikan oleh Syandriasari Kameron, yang ditujukan untuk melestarikan dan mempopulerkan seni budaya Bali.

Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia, Kembalikan Baliku tampil di Taman Arca, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat pada Sabtu, 26 April malam. Perhelatan ini menghadirkan pertunjukan tari tradisional Bali yang melibatkan para penari lintas generasi.

Para penonton dan tamu undangan datang dengan mayoritas mengenakan pakaian putih bernuansa Indonesia.

Mereka disajikan dengan delapan repertoar tari, meliputi Puspanjali, Pendet, Lambang Sari, Cak Sesahyangan Dedari, Puspa Mekar, Legong Bapang Durga, dan Legong Semarandhana. Selain itu, Arjuna Sutedja juga memberikan penampilan spesial dengan membawakan Kebyar Duduk.

Apa yang ditampilkan para penari tidak melulu mengikuti pakem, terdapat beberapa eksplorasi yang disajikan. Pada salah satu repertoar, para penari diiringi permainan gamelan Bali yang dipadukan dengan musik elektronik.

Tari dan musik dalam konteks kesenian tradisional Nusantara memang berkaitan erat. Kreasi yang dari para penari menunjukkan bahwa seni budaya tradisional kita juga terus beradaptasi dengan berbagai perkembangan yang ada.

Syandriasari pun mengaku puas dengan pertunjukan yang ditampilkan. Meski sempat diguyur hujan, para seniman tampil dengan dedikasi yang terjaga.

“Meskipun di tengah-tengah acara sempat turun hujan deras, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi semangat para penari. Teman-teman dari Kembalikan Baliku tetap menari dengan penuh dedikasi dan energi, menunjukkan bahwa semangat seni dan budaya tidak akan pernah pudar hanya karena tantangan cuaca,” kata cicit dari Presiden Soekarno itu.

“Dan tentu saja, rasa terima kasih yang tak terhingga kami persembahkan untuk seluruh tim show. Tanpa kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan kalian, acara ini tidak mungkin dapat terselenggara dengan sebaik ini. Semangat dan komitmen kalian adalah fondasi utama keberhasilan kita bersama,” tambahnya.

Melihat antusiasme dari berbagai pihak untuk pertunjukan ini, Syandria merasa yakin dengan pilihannya berjuang di jalur seni budaya. Ia pun sudah menyiapkan beberapa rencana lain sebagai kejutan kedepan.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya terbaik demi melestarikan dan mengembangkan budaya kita tercinta. Sekali lagi, terima kasih atas segala dukungan, kepercayaan, dan cinta yang telah diberikan,” pungkasnya.