JAKARTA - Debat terbuka yang digelar Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) terkait Undang-Undang Hak Cipta diwarnai dengan momen mengheningkan cipta bagi Titiek Puspa.
Seperti diketahui, Titiek Puspa sebagai legenda musik Tanah Air menghembuskan nafas terakhirnya hari ini, Kamis, 10 April, setelah dua pekan dirawat di rumah sakit.
Mendapat kabar bahwa Titiek telah berpulang ke Sang Pencipta, Ahmad Dhani yang menjadi moderator debat meminta agar peserta debat – yang terdiri dari Rayen Pono, Kadri Mohamad, Piyu, Badai, Ari Bias, Minola Sebayang – dan seluruh orang yang datang untuk memberikan penghormatan bagi almarhumah.
"Telah meninggal dunia, barusan, Eyang Titiek Puspa. Jadi mari kita mengheningkan cipta, satu menit, untuk pahlawan komposer," kata Ahmad Dhani di sela-sela debat di Senayan, Jakarta Pusat.
Semua orang di dalam ruangan tertunduk dan mendoakan mendiang. Lebih lanjut, Dhani berharap Titiek Puspa bisa dicatatkan namanya oleh pemerintah sebagai pahlawan komposer Indonesia.
"Mengheningkan cipta selesai. Kita usulkan kepada pemerintah supaya Titiek Puspa menjadi pahlawan komposer Indonesia," ujar pentolan Dewa 19.
BACA JUGA:
Seusai debat, Piyu selaku Ketua Umum AKSI juga menyatakan pihaknya siap membantu memperjuangkan hak ekonomi almarhumah terkait performing rights live event.
“Kita dari AKSI memang mengumpulkan karya-karya dari pencipta lagu yang masih aktif maupun yang sudah meninggal dunia. Jadi, ahli warisnya kita ajak bergabung dengan AKSI, nanti karya-karyanya kita urus untuk direct license,” kata Piyu.
Piyu mengatakan, dengan sistem direct license yang digunakan para anggota AKSI, ahli waris Titiek Puspa harus mendapatkan manfaat dari lagu-lagu yang ditulis mendiang semasa hidupnya.
“Jadi, nanti dengan direct license, contoh umpamanya lagunya Eyang Titiek Puspa yang ‘Kupu Kupu Malam’, karena di kita akan ada DDL (Digital Direct License), seumpama Ariel NOAH nyanyi lagu ‘Kupu Kupu Malam’, harus direct license ke kami,” ujar Piyu.
Namun, pihak AKSI belum mengadakan pertemuan untuk secara serius berbicara mengenai hak ahli waris terkait karya-karya mendiang Titiek Puspa. Bagi Piyu, saat ini momen yang ada akan digunakan untuk mendoakan almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.
“Iya, kita kan nanti ada pertemuan (dengan ahli waris). Tapi ini kan masih suasana berduka ya, kita ingin doakan yang terbaik untuk Eyang Titiek dulu,” pungkas Piyu.