JAKARTA - Vibrasi Suara Indonesia (VISI), Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) bersama-sama menanggapi debat terbuka yang diinisiasi Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI).
Pencatutan nama terjadi saat pihak AKSI mengirimkan pesan berupa undangan bagi awak media untuk meliput debat terbuka – dengan keterangan “AKSI vs VISI, FESMI, dan PAPPRI” – untuk membahas Undang-Undang Hak Cipta di salah satu hotel di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 10 April.
Disebutkan bahwa debat dihadiri Ahmad Dhani, Ariel NOAH, Ari Bias, Armand Maulana, Judika, Ketua FESMI (Cholil Mahmud), Ketua PAPPRI (Tony Wenas), Rayen Pono, Kadri Mohamad, Minola Sebayang, Piyu, Badai, Posan Tobing, Bembi Noor, Mario Kacang, dan Once Mekel.
Atas pesan undangan tersebut – VISI, FESMI, dan PAPPRI – merasa nama mereka telah dicatut. Dalam waktu berdekatan, pada Selasa, 8 April malam, ketiganya memberi tanggapan lewat unggahan di Instagram Story akun resmi.
VISI menyatakan, pihaknya tidak terlibat dalam debat tersebut. Mereka juga memastikan tidak ada undangan resmi yang datang dari AKSI.
“Kami ingin menegaskan bahwa hingga saat ini VISI tidak ada sangkut pautnya dengan acara debat tersebut dan kami tidak pernah mendapat ajakan secara resmi untuk hadir. Nama kami telah dicatut tanpa izin dan oleh karena itu, kami menolak hadir,” bunyi pernyataan Armand Maulana cs.
BACA JUGA:
“Jika ada pihak yang benar-benar ingin mengundang kami dalam sebuah forum terbuka, ada cara yang lebih pantas dan profesional untuk menyampaikannya, bukan lewat kabar sepihak di media.”
Sementara itu, FESMI dan PAPPRI memberi tanggapan dengan pernyataan yang identik lewat akun resmi Instagram masing-masing. Keduanya menilai, pencatutan yang dilakukan sebagai cara yang kurang pantas.
“Dengan ini kami sampaikan bahwa kami tidak tahu-menahu dan tidak diberitahu sebelumnya. Kami tidak ada agenda diskusi dan tidak ada undangan resmi yang mengajak FESMI/PAPPRI untuk berdiskusi,” bunyi pernyataan resmi.
“Seharusnya upaya seperti ini dipersiapkan dan dibicarakan terlebih dahulu, lalu dikonfirmasi kepada para undangan, sebelum namanya dicatut dan disampaikan ke publik.”
Di lain sisi, penyebaran informasi yang dilakukan oleh akun Indomusikgram juga mendapat sorotan. Akun media sosial tersebut – mengambil sumber dari akun Rayen Pono – menarasikan bahwa debat akan dihadiri perwakilan AKSI, VISI, FESMI, dan PAPPRI.
Pongki Barata pun memberikan komentar, dengan menyebut informasi yang disampaikan Indomusikgram belum dikonfirmasi oleh seluruh pihak.
“Dear Indomusikgram, undangan yang beredar itu sifatnya masih sepihak, belum ada konfirmasi dari pihak-pihak lain,” kata Pongki. “Saya sendiri berharap acara itu bisa jadi diskusi sehat dan menghasilkan output yang bermanfaat buat SEMUA. Terima kasih support-nya untuk musik Indonesia.”
Komentar eks vokalis Jikustik itu juga mendapat komentar dari Febrian Nindyo, gitaris HIVI! yang juga Sekretaris Jenderal FESMI. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak mengkonfirmasi debat tersebut.
“Betul. Terima kasih Mas Pongki sudah menginfokan,” tulis Febri.