JAKARTA - Ahmad Dhani dan Piyu menanggapi pernyataan Agnez Mo di media sosial beberapa waktu lalu, yang mana menyinggung mengenai pihak yang serakah dan mementingkan diri sendiri.
Seperti diketahui, Agnez gencar bicara mengenai royalti musik, setelah putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus dirinya telah melakukan pelanggaran hak cipta karena membawakan lagu “Bilang Saja” tanpa izin Ari Bias sebagai pencipta lagu.
Dalam pernyataan di media sosial, Agnez bersuara keras dan menyatakan pendiriannya sebagai seorang penyanyi.
“Berdiri teguh untuk memihak kebenaran yang sesungguhnya, memang tidak pernah mudah. Tidak peduli seberapa tepat dan adilnya pendirian kita, akan selalu ada orang-orang yang memilih untuk menyalahpahami dan memelintir kata-kata,” tulis Agnez.
“Bahkan mereka menyerang karakter kita semua karena keserakahan dan kepentingan mereka pribadi. Namun, bahaya yang sebenarnya datang dari mereka yang dengan lantang berteriak 'demi keadilan' tapi tingkah lakunya bertolak belakang. Tanpa malu-malu menyebarkan kebohongan demi kebohongan,” lanjutnya.
Menanggapi pernyataan Agnez, Ahmad Dhani dan Piyu sebagai pengurus Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) justru bingung dengan “keserakahan” yang disebut penyanyi yang kini berbasis di Amerika Serikat itu.
“Kita ingin tahu, unsur keserakahan kita dari mana. Karena pada dasarnya setiap umat manusia itu diciptakan menurut porsinya masing-masing. Ada porsinya pencipta, porsinya penyanyi, porsinya EO dan penyelenggara. Dan mereka mendapatkan porsinya masing-masing,” kata Piyu dalam konferensi pers di Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin, 17 Februari.
BACA JUGA:
“Nah selama ini kami tidak mendapatkan, para pencipta lagu ini tidak mendapatkan porsinya, hak yang sewajarnya,” lanjutnya.
Ahmad Dhani mendukung apa yang dikatakan Ketua Umum AKSI. Ia justru ingin bertanya balik kepada Agnez – berapa yang sudah dihasilkan dari menyanyikan lagu-lagu ciptaan anggota AKSI di atas panggung.
“Nanti ditanyakan lagi ke Agnez, dari 2014 sejak UUHC berlaku sampai saat ini, sudah berapa miliar yang dihasilkan dari lagu-lagu kami,” ujar Dhani.
“Nah, lalu ditanyakan kepada pencipta, pencipta dapat berapa? Nol,” imbuhnya.
Bagi AKSI, suatu pertunjukan musik harus memberi manfaat bagi semua pihak terlibat, bukan hanya mereka yang ada di atas panggung, namun juga para penulis lagu yang lagunya dibawakan.
“Ya itu lagi, harus mendapatkan porsinya masing-masing. Selama ini kita tidak mendapat porsinya, tidak mendapatkan hak yang sewajarnya, tidak memberikan manfaat ekonomi bagi pencipta lagu. Jadi, letak keserakahannya di mana? Itu yang harus ditanyakan,” pungkas Piyu.