JAKARTA – Produsen helm asal Italia, Caberg, menghadirkan terobosan baru di dunia keselamatan berkendara roda dua. Melalui sistem inovatif bernama SOS Medical ID, Caberg memungkinkan informasi penting pengendara tersimpan langsung di dalam helm dan dapat diakses dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.
Dilansir Motorcyclenews, Sabtu, 3 Januari, SOS Medical ID merupakan sistem berbasis mikrochip yang terintegrasi penuh ke dalam helm sepeda motor. Teknologi ini dirancang untuk menyimpan data pribadi, informasi medis krusial, hingga kontak darurat.
Hasilnya, data-data tersebut bisa membantu petugas medis atau pihak pertama yang menolong di lokasi kejadian dengan cepat. Sistem ini dikembangkan langsung oleh Caberg yang bermarkas di Bergamo, dekat Milan.
Menurut Caberg, SOS Medical ID memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication), sehingga data dapat diakses dengan sangat mudah dengan menempelkan smartphone ke helm. Mengingat, saat ini hampir semua ponsel modern sudah mendukung fitur NFC.
“Cukup dekatkan ponsel pintar yang kompatibel (dilengkapi NFC) ke area khusus pada helm. Tanpa perlu aplikasi, tag, atau kode tambahan, Anda dapat langsung mengakses informasi penting seperti alergi, kondisi medis, golongan darah, kontak darurat, dan, jika tersedia, lokasi pengendara," bunyi pernyataan Caberg.

BACA JUGA:
Saat ini, teknologi SOS Medical ID sudah tersedia pada empat model helm dalam jajaran Caberg. Di antaranya adalah Drift Evo II, helm full face bergaya sport-touring dengan banderol mulai 259,99 euro (setara Rp5 jutaan) hingga 379,99 euro (Rp7 jutaan), serta GP01, helm balap berbahan karbon premium yang dipasarkan dengan harga mulai 399,99 euro atau setara Rp8 jutaan.
Dengan kehadiran SOS Medical ID, Caberg menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan pengendara. Ke depan, bukan tidak mungkin teknologi serupa akan diterapkan pada lebih banyak model helm, menjadikan perlindungan pengendara semakin cerdas dan terintegrasi.